Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Maliya dan Irfan Ditemukan Meninggal di Bawah Tebing Punggung Naga Gunung Piramid

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 16:14 WIB | Oleh:

Jalur ini tidak dilengkapi pengaman atau tali pembatas sehingga dibutuhkan kehati-hatian dan fokus tinggi. Jika salah melangkah, terpeleset, atau pijakannya longsor, pendaki dapat langsung jatuh ke dasar jurang hingga nyawa menjadi taruhannya. Kondisi tersebut membuat Gunung Piramid dikenal sebagai salah satu jalur pendakian paling berbahaya di Jawa.

Pelukan Maut di Gunung Piramid

Kecelakaan yang merenggut nyawa pendaki tercatat beberapa kali terjadi di Gunung Piramid: 25 Juni 2019: Thoriq Rizki Maulidan dinyatakan hilang selama 12 hari dan baru ditemukan pada 5 Juli 2019 dalam kondisi meninggal dunia. Tragedi tersebut diabadikan melalui keberadaan Monumen Memoriam Thoriq di dekat trek Punggung Naga sebagai pengingat bagi para pendaki. 9 Agustus 2020: Multazam (18), seorang pelajar SMA Negeri 1 Tenggarang, Bondowoso, dilaporkan terpeleset dan jatuh di tebing sisi utara Gunung Piramid saat berusaha turun usai berfoto di kawasan puncak. 4 Agustus 2026: Maliya Finda (51) dan pemandu lokal Erfan (35) tewas usai jatuh ke jurang sedalam 60 meter di bawah tebing Punggung Naga.

Hasil Analisis Kerawanan dan Rekomendasi Pakar Pada 2020, Tim Survei dan Pemetaan Gunung Piramid yang terdiri dari pendaki profesional Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) dan Wanadri (Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung) mengungkap temuan tingkat bahaya jalur ini. Anggota Tim Survei dan Pemetaan Gunung Piramid, Ichuk Widarsha, menuturkan bahwa tingkat bahaya jalur menuju puncak sangat tinggi karena di kanan dan kiri jalur pendakian terdapat jurang menganga dengan kedalaman sekitar 150-200 meter. Selain itu, di kanan dan kiri jalur punggung gunung sepanjang 1.100 meter dengan lebar lebih kurang 30-50 sentimeter tersebut tidak terdapat pepohonan. Hal ini membuat pendaki yang jatuh dipastikan tidak akan tertolong.

“Rekomendasi kami dari hasil survei kemarin, Gunung Piramid wajib dan harus ada peralatan mountaineering untuk pendaki sebagai pengaman,” ungkap Ichuk.

Menurut Ichuk, selama ini banyak pendaki di Gunung Piramid yang tidak mempertimbangkan faktor keselamatan. “Padahal kalau pendaki profesional, dengan kondisi seperti itu, wajib hukumnya ada alat pengaman. Itu yang bikin kenapa Gunung Piramid berbahaya,” ucap Ichuk.

Ichuk menegaskan, selain ketersediaan alat pengaman, pemerintah setempat juga wajib menyediakan pemandu gunung profesional untuk mendampingi setiap pendaki. Apabila alat pengaman dan pemandu tidak dihadirkan, satu-satunya jalan yang tersisa adalah menutup Gunung Piramid untuk kegiatan pendakian secara total.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Roket SpaceX Tabrak Bulan Besok, Ilmuwan Prediksi Semburan Debu Raksasa Terlihat dari Teleskop

Roket SpaceX Tabrak Bulan Besok, Ilmuwan Prediksi Semburan Debu Raksasa Terlihat dari Teleskop

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.