Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Meski Harga Telur di Gorontalo Turun, Permintaan Pangan Tetap Terjaga

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 14:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Meski Harga Telur di Gorontalo Turun, Permintaan Pangan Tetap Terjaga Doc: ANTARA
Ket. Pedagang telur Putri Hasan sedang menata telur ayam di lapak miliknya di Pasar Sentral, Kota Gorontalo, Senin (21/9/ 2026).

GORONTALO – Harga telur ayam di Gorontalo turun menjadi sekitar Rp53 ribu per rak dari sebelumnya Rp56 ribu, namun permintaan di tingkat pedagang masih terjaga seiring telur tetap menjadi salah satu pilihan sumber protein masyarakat.

Pedagang telur di Gorontalo Putri Hasan di Gorontalo, Senin (21/9), mengatakan perubahan harga telur mengikuti kondisi permintaan dan kebutuhan masyarakat yang dapat berubah dari satu periode ke periode berikutnya.

"Harga telur dari Rp56 ribu sekarang turun Rp53 ribu. Menurutnya, dipengaruhi oleh pasaran yang turun karena sudah selesai acara tradisi keagamaan Gorontalo yaitu walimah yang menggunakan telur sebagai bahan utama," kata Putri.

Menurut dia, penurunan harga tersebut tidak banyak memengaruhi penjualannya karena sebagian besar pasokan yang diperdagangkan disalurkan kepada pelanggan tetap yang membeli telur untuk dijual kembali.

"Penjualan saya tidak terpengaruh ketika harga turun karena saya menjual telur saya lebih banyak menyuplai ke pelanggan tetap yang mengambil untuk dijual kembali," ujarnya.

Putri mengatakan permintaan dari pelanggan tetap masih relatif stabil hingga tinggi. Menurut pengamatannya, telur menjadi salah satu pilihan masyarakat ketika kebutuhan lauk seperti ikan dan daging mengalami perubahan harga.

"Karena musim kemarau seperti ini justru pelanggan tetap kami yang menjual kembali telur yang ia beli di kami itu permintaan cukup stabil ke tinggi karena orang-orang banyak beralih ke telur ketika pilihan lauk seperti ikan dan daging meningkat," katanya.

Ia mengatakan kondisi tersebut membuat perdagangan telur tetap berjalan meskipun harga di tingkat pedagang mengalami penurunan.

Putri memperkirakan permintaan telur dapat kembali meningkat menjelang akhir tahun dan periode Lebaran, terutama karena kebutuhan masyarakat untuk membuat kue biasanya bertambah.

Ia mengatakan harga telur biasanya dapat bertahan relatif stabil selama satu bulan, namun dapat berubah pada bulan berikutnya mengikuti kondisi pasaran dan kebutuhan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.