Debut Enzo Maresca di Manchester City Berakhir Pahit, Tetap Puas Meski Kalah Adu Penalti dari Inter Milan
📅 Senin, 03 Agu 2026, 00:02 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraHONG KONG – Pelatih baru Manchester City, Enzo Maresca, mengaku puas dengan penampilan timnya meski harus mengawali masa kepelatihannya dengan kekalahan. The Citizens tumbang 1-3 dalam adu penalti dari Inter Milan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 dalam laga uji coba pramusim yang digelar di Kai Tak Stadium, Hong Kong, Minggu (2/8).
Gol penentu kemenangan Inter dicetak Matteo Lavelli melalui eksekusi penalti terakhir. Laga tersebut menjadi pertandingan perdana Maresca sebagai manajer City sejak resmi menggantikan Pep Guardiola pada Juni lalu.
Meski hasil akhir tidak berpihak kepada timnya, Maresca menilai performa para pemain sudah menunjukkan banyak hal positif.
"Saya sangat senang dengan penampilan tim. Ada banyak hal positif, termasuk menit bermain yang didapat para pemain, dan itu sangat penting," ujar Maresca. "Seperti biasa, masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki. Namun kami akan meningkat secara bertahap."
Manchester City tampil menyerang sejak awal pertandingan. Keunggulan mereka tercipta pada menit ke-14 melalui aksi Antoine Semenyo yang menusuk hingga garis belakang sebelum mengirim umpan matang kepada pemain muda Divin Mubama. Sang penyerang muda dengan mudah menuntaskan peluang dari jarak dekat untuk membawa City unggul 1-0.
Semenyo menjadi ancaman utama bagi lini pertahanan Inter sepanjang babak pertama. Winger tersebut nyaris mencetak gol spektakuler setelah melewati beberapa pemain lawan, namun penyelesaian akhirnya masih mampu digagalkan kiper Josep Martinez.
Inter berhasil menyamakan kedudukan beberapa menit kemudian. Berawal dari kegagalan lini belakang City menghalau umpan silang Jamal Iddrissou, bola liar jatuh ke kaki Benjamin Pavard yang langsung melepaskan tendangan dari dekat titik penalti untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Memasuki babak kedua, kedua tim sama-sama memperoleh peluang emas, tetapi gagal dikonversi menjadi gol. Sejumlah pergantian pemain membuat tempo pertandingan menurun hingga waktu normal berakhir.
City sebenarnya hampir mencetak gol kemenangan. Tendangan Vitor Reis membentur mistar gawang, sementara sepakan winger muda Ryan McAidoo juga hanya mengenai tiang gawang.
Maresca mengakui pressing timnya belum berjalan sesuai rencana pada babak pertama.
"Kami melakukan pressing dengan cara yang kurang tepat sehingga memberi ruang kepada lawan untuk mengalihkan permainan. Kami terlambat melakukan tekanan," katanya.
"Saat jeda kami melakukan beberapa penyesuaian, dan menurut saya pada babak kedua pressing kami jauh lebih baik."
Maresca menghadapi tugas berat setelah ditunjuk sebagai penerus Pep Guardiola. Selama satu dekade menangani Manchester City, Guardiola mempersembahkan 20 trofi dan menjadikan klub sebagai salah satu kekuatan terbesar di Eropa.
Sejarah menunjukkan tidak mudah menggantikan pelatih yang begitu sukses. Rival sekota City, Manchester United, misalnya, mengalami penurunan prestasi setelah pensiunnya Sir Alex Ferguson pada 2013.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!