Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Latihan Maritim AS dan Sekutunya Ancaman bagi Korut

6 Selasa, 01 Sep 2026, 02:50 WIB | Oleh:
Latihan Maritim AS dan Sekutunya Ancaman bagi Korut Latihan Maritim AS dan Sekutunya Ancaman bagi Korut Doc: AFP/SOUTH KOREAN DEFENCE MINISTRY
Ket. Anggota marinir Korsel sedang mengikuti latihan militer di Pyeongchang pada pertengahan Januari lalu. Pada Senin (31/8) Pyongyang mengecam rencana latihan militer gabungan Korsel, As, dan Jepang dan menyebut latihan itu sebagai ancaman nyata bagi Korut.

SEOUL - Latihan maritim yang dilakukan oleh Korea Selatan (Korsel), Amerika Serikat (AS), dan Jepang pada bulan September merupakan ancaman nyata bagi Korea Utara, kata Pyongyang pada Senin (31/8), seraya menyebut Washington DC sebagai pihak yang tetap bermusuhan.

Latihan militer dan penolakan Korut terhadap latihan maritim itu dilontarkan ketika Presiden AS, Donald Trump, mendesak diadakannya pertemuan baru dengan pemimpin Kim Jong-un.

Seorang mantan pejabat AS memperkirakan Presiden Trump akan terlebih dahulu memulai pembicaraan dengan Kim Jong-un untuk dilaksanakannya kembali dialog, yang kemudian akan dilanjutkan dengan pertemuan tingkat tinggi kedua setelah pemilu sela AS pada November mendatang.

 Perkiraan tersebut disampaikan pada Minggu (30/8) oleh Anthony Ruggiero, mantan direktur Dewan Keamanan Nasional AS untuk urusan Korut pada masa jabatan pertama Trump, dalam diskusi panel di PBS News.

Sementara itu Korsel, AS, dan Jepang akan melakukan latihan Freedom Edge yang berfokus pada Korut dari tanggal 7 hingga 11 September di perairan internasional di sebelah timur dan selatan Pulau Jeju, Korsel, dengan Seoul menegaskan bahwa latihan tersebut bersifat defensif.

Latihan Freedom Edge pertama kali diadakan pada Juni 2024 menyusul kesepakatan yang dicapai oleh para pemimpin ketiga negara tersebut pada pertemuan puncak di Camp David pada tahun 2023 .

“Militer AS mengumumkan rencananya untuk menggelar latihan militer gabungan multidomain AS-Jepang-Korsel, Freedom Edge, yang merupakan ancaman bagi Korut dan negara-negara di kawasan,” kata Kementerian Luar Negeri Korut dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh kantor berita KCNA.

“Washington DC terus menerus melakukan spionase udara dan provokasi militer anti-Korut lainnya," kata juru bicara kementerian itu.

“Dengan demikian, pemerintahan Trump telah sepenuhnya menegaskan kembali kebijakan permusuhannya yang tak berubah untuk secara sembarangan melanggar kedaulatan, sistem politik, dan kepentingan keamanan Korut,” imbuh juru bicara itu.

Dengan latar belakang ini, kepemilikan dan komitmen Korut untuk memperkuat senjata nuklirnya merupakan pilihan yang paling tepat dan bertanggung jawab untuk menjamin perdamaian serta keamanan di kawasan, kata juru bicara tersebut sambil menyebut senjata nuklir Korut sebagai jaminan mutlak untuk mempertahankan kedaulatannya.

Kementerian Luar Negeri Korut menambahkan bahwa situasi keamanan di kawasan menjadi tidak stabil akibat postur nuklir AS yang kian agresif, langkah Jepang untuk kembali memperkuat persenjataan, serta penguatan persenjataan oleh Korsel dalam kerangka kerja sama militer trilateral antara Washington DC, Tokyo, dan Seoul.

“Korut akan terus merespons dengan langkah-langkah paling keras atas kebijakan bermusuhan AS yang berkelanjutan,” demikian pernyataan kementerian itu dengan menambahkan bahwa para pejabat AS telah menegaskan kembali komitmen mereka terhadap denuklirisasi penuh Korea serta kebijakan mereka yang tidak berubah terhadap Pyongyang.

“Tidak ada perubahan dalam kebijakan kami terhadap AS untuk menanggapi kebijakan bermusuhan mereka yang tidak berubah itu, dengan sikap paling keras hingga akhir," ungkap kementerian itu seraya menyatakan tidak ada gunanya berharap ada pelonggaran ketegangan karena kebijakan bermusuhan AS terus dikembangkan ke arah yang lebih berbahaya.

Ketegangan Terbaru

Ketegangan terbaru di Semenanjung Korea ini terjadi setelah Seoul dan Washington DC menyelesaikan salah satu latihan tahunan utama mereka, Ulchi Freedom Shield, yang sebelumnya diperintahkan Trump untuk dikurangi skalanya, dari tadinya akan berlangsung selama 11 hari menjadi lima hari, dengan menyebut alasan biayanya yang sangat besar dan hubungan baiknya dengan Kim Jong-un.

Terlepas dari upaya pendekatan Trump, Korut menunjukkan tanda-tanda akan membalasnya dengan menembakkan misil dan mengecam pengurangan skala latihan militer serta persetujuan Washington DC atas penjualan senjata ke Korsel dan rencana untuk mendanai program-program yang mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia di Korut. AFP/Ant/KBS/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Ring Tinju Mengurangi Tawur...

Bank Ambruk, Presiden Tetap Dimakzulkan Meski Sudah Mundur

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Bank Ambruk, Presiden Tetap...
Olahraga
Jadi Tim Pertama Lolos ke B...

Underpass Bitung Diharapkan Mengurai Kemacetan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Underpass Bitung Diharapkan...

Menang Besar 6-0, Jadi Modal PSS Hadapi Bhayangkara

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Menang Besar 6-0, Jadi Moda...

UNESCO Beri Status Hijau kepada 5 Geopark Indonesia

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
UNESCO Beri Status Hijau ke...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Gembira dari Sekneg untuk PPPK Diangkat Jadi Penuh dari Paruh Waktu

Kabar Gembira dari Sekneg untuk PPPK Diangkat Jadi Penuh dari Paruh Waktu

06 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.