Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bom Waktu Kampus Negeri, KPK Cium Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Merembet ke Kampus Lain

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 02:40 WIB | Oleh:
Bom Waktu Kampus Negeri, KPK Cium Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Merembet ke Kampus Lain Doc: ANTARA/Rio Feisal
Ket. Arsip foto - Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof Akhmad Sodiq (kanan) dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Norman Arie Prayogo (kiri belakang) berjalan menuju mobil tahanan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan keduanya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (22/8).

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru (maba) tidak hanya terjadi di Universitas Lampung (Unila) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

“Dugaan praktik-praktik pengondisian pada proses penerimaan mahasiswa baru ini tidak hanya terjadi di Unila ataupun Unsoed, tetapi di kampus-kampus lain juga diduga jamak terjadi,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin.

Oleh sebab itu, Budi mengatakan KPK mengimbau masyarakat yang mengetahui dugaan korupsi dalam penerimaan maba untuk melapor kepada lembaga antirasuah.

“KPK tentu bisa masuk ketika ada suatu dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di lokus lainnya atau di kampus-kampus lainnya,” katanya.

Menurut dia, jika masyarakat sudah melaporkan dugaan korupsi tersebut kepada KPK, maka lembaga antirasuah akan menelaahnya.

“Nanti ditelaah dan dianalisis terkait tindak lanjutnya seperti apa ya, dan bagaimana pendekatan yang dilakukan oleh KPK nanti bergantung dari permasalahan yang disampaikan oleh masyarakat,” ujar dia.

Selain mengimbau kepada masyarakat, dia mengatakan KPK meminta perguruan tinggi untuk secara serius memperbaiki penerimaan maba agar lebih berintegritas.

“Tentunya dengan langkah-langkah yang nyata. Tidak berhenti di komitmen, tetapi betul-betul upaya-upaya perbaikan sistem itu dilakukan,” katanya.

KPK sebelumnya melakukan operasi tangkap tangan terkait dugaan penyuapan penerimaan maba di Unila pada Agustus 2022.

Dalam kasus tersebut, KPK menetapkan Rektor Unila Prof Karomani, Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Prof Heryandi, Ketua Senat Unila Muhammad Basri, serta Andi Desfiandi selaku pihak swasta sebagai tersangka kasus tersebut.

Selanjutnya empat tahun berselang, pada 2026, KPK melakukan OTT terkait dugaan korupsi penerimaan maba di lingkungan Unsoed.

KPK kemudian menetapkan Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Norman Arie Prayogo, Kepala Bagian Akademik Unsoed Eko Sumanto, Mulyono selaku keponakan Sodiq, serta Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto selaku perantara sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam penerimaan maba Unsoed.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Megapolitan
Cermati Terus Informasi BMKG

APBD dalam Perubahan Turun

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
APBD dalam Perubahan Turun

Peluang Coba LRT, Tarif Hanya Rp8

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Peluang Coba LRT, Tarif Han...
Nasional
Konsumsi Rumah Tangga Butuh...
Nasional
PBNU Didorong Perkuat Polit...
Nasional
RI Perlu Perkuat Ekspor dan...
Ekonomi
BTN dan PHSI Serahkan Rumah...
Advertisement
Penumpang KRL Makin Nyaman Tak Perlu Jalan Jauh! PT KAI Rencanakan Travelator Hubungkan Stasiun Karet dan BNI City

Penumpang KRL Makin Nyaman Tak Perlu Jalan Jauh! PT KAI Rencanakan Travelator Hubungkan Stasiun Karet dan BNI City

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.