Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Cuma Buang ke TPA, Cara Ekstrem Ini Kunci Selamatkan Makassar dari Lautan Sampah

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 01:57 WIB | Oleh:
Bukan Cuma Buang ke TPA, Cara Ekstrem Ini Kunci Selamatkan Makassar dari Lautan Sampah Doc: ANTARA/ Suriani Mappong
Ket. Suasana lokasi pembuangan sampah sementara dan pengelolaan bank sampah unit di wilayah Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

MAKASSAR - Tokoh penggerak bank sampah Makassar, Saharuddin Ridwan, menegaskan bahwa penanganan sampah secara terpadu dari hulu hingga hilir menjadi kunci utama untuk mengatasi persoalan kebersihan kota, Senin (31/8).

"Persoalan sampah di Kota Makassar membutuhkan penanganan secara terpadu dari hulu hingga hilir. Upaya mengurangi timbulan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pengangkutan menuju tempat pembuangan akhir (TPA)," kata Saharuddin di Makassar, Senin.

Pendiri Yayasan Peduli Negeri (YPN) dan mantan Ketua Umum Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI) itu mengatakan pengelolaan sampah harus diperkuat melalui pemilahan, pengurangan, dan pengolahan sejak dari sumbernya, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan volume sampah perkotaan.

Menurut dia, rumah tangga, kawasan permukiman, pasar, pusat perdagangan, perkantoran, hingga fasilitas publik harus menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah terpadu. Pemilahan sampah organik dan anorganik dari sumbernya juga perlu dilakukan secara konsisten.

"Keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) menjadi salah satu bagian penting dalam sistem tersebut," ujar dia.

Saharuddin mengatakan TPS3R dapat menjadi simpul pengolahan sampah berbasis kawasan sehingga mengurangi volume sampah yang harus dibawa ke TPA. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan plastik, kertas, dan logam dipilah untuk digunakan kembali atau disalurkan ke industri daur ulang.

Selain TPS3R, kata dia, keberadaan bank sampah perlu diperkuat sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan sampah terpadu. Masyarakat dapat menyetorkan sampah bernilai ekonomi sekaligus memperoleh manfaat finansial dari hasil pemilahan.

Namun, pengelolaan sampah di tingkat masyarakat juga membutuhkan dukungan sumber daya manusia, terutama tenaga pemilah. Penambahan tenaga tersebut diperlukan agar sampah yang masuk ke fasilitas pengolahan dapat segera dipilah dan diolah sehingga tidak kembali menumpuk.

Ia menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat melalui edukasi pemilahan sampah dari rumah secara berkelanjutan. Edukasi dapat dilakukan melalui sekolah, komunitas, pengurus RT/RW, pasar, serta kelompok masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah perlu memastikan rantai pengelolaan sampah berjalan hingga tahap akhir. Sampah residu yang tidak dapat dimanfaatkan harus ditangani secara aman dan terukur, sementara kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, pengelola bank sampah, dan sektor swasta perlu diperkuat untuk mendukung ekonomi sirkular.

Menurut Saharuddin, keberlanjutan pengelolaan sampah di Makassar harus ditopang sedikitnya lima aspek, yakni regulasi, kelembagaan, pembiayaan, pemberdayaan masyarakat, dan teknologi.

Penanganan Dengan pendekatan tersebut, beban TPA dapat ditekan secara bertahap dan keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya diukur dari banyaknya sampah yang diangkut, tetapi juga dari jumlah sampah yang berhasil dikurangi, dipilah, digunakan kembali, dan diolah sebelum menjadi residu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Megapolitan
Perubahan APBD Tahun Ini Di...
Megapolitan
Siap-siap Hadapi Bencana Hi...
Megapolitan
KPK Terus Coba Tuntaskan Ko...
Luar Negeri
20 Negara Dorong Standar Ke...
Luar Negeri
EBT Global Tumbuh Rekor Nam...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.