Menbud Fadli Zon Sebut Kebudayaan dan Museum Harus Jadi Sumber Ekonomi Kreatif
📅 Selasa, 01 Sep 2026, 01:25 WIB | Oleh: AlfredJAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa kebudayaan serta museum harus dikembangkan menjadi sumber ekonomi dan industri kreatif (Cultural and Creative Industry) agar tak lagi dipandang sebagai beban negara, Senin (31/8).
“Saya kira itu supaya nanti ke depan budaya kita ini jangan menjadi beban. Budaya ini adalah sumber dari ekonomi budaya, sumber dari industri budaya, dan juga kalau terminologi sekarang disebut sebagai CCI, Cultural and Creative Industry,” kata Fadli dalam Malam Anugerah Pemenang Lomba Konten Video Kreatif “Aku dan Budayaku” di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Senin.
Fadli mengatakan Cultural and Creative Industry (CCI) telah menjadi terminologi internasional yang menunjukkan adanya potensi ekonomi dari pengembangan kebudayaan.
Ia mencontohkan pengelolaan museum di sejumlah negara yang menurutnya mampu menghasilkan pendapatan besar dari kunjungan masyarakat.
“Kalau di luar negeri museum-museum itu menghasilkan pendapatan yang fantastis, yang luar biasa,” ujarnya.
Fadli mencontohkan Museum Versailles di Prancis. Menurut dia, museum tersebut dapat menerima sekitar 30 ribu pengunjung dalam sehari dengan harga tiket sekitar 65 euro.
Dengan jumlah pengunjung dan harga tiket tersebut, Fadli memperkirakan pendapatan dari tiket saja dapat mencapai sekitar 1,95 juta euro atau sekitar Rp30 miliar per hari dengan asumsi satu euro setara Rp1 juta.
“Jadi 30.000 kali 65 Euro, anggaplah 65 Euro itu 1 juta rupiah, itu sudah 30 miliar dari tiketnya saja, dari tiketnya saja ya. Satu hari, bukan satu bulan,” kata Fadli.
Menurut Fadli, besarnya potensi tersebut menunjukkan museum dan cagar budaya dapat memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola dan dikembangkan dengan baik.
Indonesia, kata dia, memiliki potensi serupa melalui museum dan cagar budaya yang tersebar di berbagai daerah.
Pemerintah terus melakukan pembenahan terhadap museum, termasuk dari sisi tata pamer, literasi, narasi, display, dan koleksi agar semakin menarik bagi masyarakat.
“Saya kira Museum Nasional ini sudah mempunyai standar internasional yang semakin baik dan kita terus perbaiki dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Fadli mengatakan pemerintah juga terus memperbaiki sejumlah cagar budaya, termasuk Borobudur dan Prambanan. Pembenahan juga dilakukan terhadap berbagai cagar budaya lain seperti candi, benteng, masjid, gereja, vihara, serta situs peninggalan sejarah dan prasejarah.
Dalam pengembangan kebudayaan, Kementerian Kebudayaan juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta, korporasi, dan filantropis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!