Era Baru Perang Bawah Laut, Kapal Selam Virginia AS akan Jadi Ancaman dari Kedalaman - Segera Dibekali Rudal Hipersonik Anti-Pesawat
📅 Minggu, 02 Agu 2026, 05:15 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSelain memperkenalkan rudal baru, program NMM juga membawa perubahan besar dari sisi logistik.
Selama ini kapal perang Amerika hanya dapat membawa satu rudal Standard Missile dalam setiap sel peluncur vertikal. Dengan konsep dual-pack dan quad-pack, jumlah rudal yang dapat dibawa kapal perang akan meningkat drastis tanpa perlu memperbesar ukuran kapal.
Hal ini menjadi sangat penting setelah pengalaman operasi di Laut Merah menunjukkan bahwa kapal perang Amerika dapat kehabisan rudal pertahanan udara setelah menghadapi serangan drone dan rudal secara terus-menerus. Ketika amunisi habis, kapal harus meninggalkan area operasi untuk mengisi ulang di pelabuhan, sehingga mengurangi kesiapan tempur.
Angkatan Laut AS berharap keluarga Naval Modular Missile nantinya mampu menggantikan seluruh keluarga rudal Standard Missile yang saat ini digunakan armadanya.
Selain meningkatkan kemampuan tempur, penggunaan desain modular juga diyakini akan mempercepat produksi massal serta menekan biaya.
Dalam dokumen anggaran tahun fiskal 2027, Angkatan Laut AS mengajukan dana sebesar 311 juta dolar AS sebagai tahap awal pengembangan program NMM.
Targetnya cukup ambisius, yakni mampu memproduksi sekitar 1.000 interceptor setiap tahun dalam waktu lima tahun setelah kontrak diberikan.
Menurut Angkatan Laut AS, kebutuhan akan rudal baru ini muncul karena ancaman dari sistem anti-access/area denial (A2/AD) milik negara-negara pesaing terus meningkat.
Dokumen anggaran menyebutkan bahwa meningkatnya jangkauan, kemampuan, dan jumlah rudal musuh membuat kapal perang Amerika dan sekutunya menghadapi risiko yang semakin besar.
"NMM akan menyediakan kemampuan pertahanan dan serangan tingkat lanjut kepada Angkatan Laut AS, Pasukan Gabungan, Sekutu, dan Mitra untuk mengungguli ancaman.," tulis Angkatan Laut AS dalam dokumen anggarannya.
Meski demikian, proyek ini masih berada pada tahap awal. Persyaratan teknis maupun konsep operasinya masih dapat berubah seiring proses pengembangan.
Namun jika seluruh rencana tersebut berhasil diwujudkan, Angkatan Laut Amerika akan memiliki kemampuan yang belum pernah dimiliki sebelumnya. Kapal selam kelas Virginia bukan hanya mampu menyerang kapal perang, kapal selam, dan sasaran darat, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi pesawat dan rudal musuh dari balik kedalaman laut. Kehadiran kemampuan ini diperkirakan akan mengubah taktik peperangan laut modern sekaligus memaksa negara-negara pesaing, seperti Tiongkok dan Rusia, menyusun ulang strategi perburuan kapal selam Amerika.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!