Era Baru Perang Bawah Laut, Kapal Selam Virginia AS akan Jadi Ancaman dari Kedalaman - Segera Dibekali Rudal Hipersonik Anti-Pesawat
📅 Minggu, 02 Agu 2026, 05:15 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SVPM merupakan empat tabung peluncur vertikal berukuran besar yang mulai dipasang pada kapal selam Virginia Block V. Melalui adaptor khusus bernama Multiple All-Up-Round Canister, setiap tabung nantinya dapat membawa tujuh rudal ER-S sekaligus.
Bila direalisasikan, ini akan menjadi kemampuan yang benar-benar baru bagi Angkatan Laut AS. Hingga saat ini, belum diketahui adanya kapal selam Amerika yang memiliki kemampuan operasional untuk menembakkan rudal anti-pesawat.
Sebenarnya konsep rudal anti-pesawat untuk kapal selam sudah lama dipelajari berbagai negara. Namun hingga kini, implementasinya masih sangat terbatas.
Selama ini kapal selam lebih mengandalkan kemampuan siluman untuk menghindari deteksi pesawat patroli maritim dan helikopter anti-kapal selam. Dengan hadirnya ER-S, kapal selam Amerika nantinya memiliki opsi untuk membalas serangan dari udara.
Meski demikian, konsep ini bukan tanpa tantangan.
Meluncurkan rudal berukuran besar dari bawah laut akan menghasilkan jejak inframerah, radar, dan akustik yang sangat kuat. Padahal, seluruh konsep operasi kapal selam bertumpu pada kemampuan tetap tersembunyi.
Artinya, setiap peluncuran rudal harus benar-benar diperhitungkan karena dapat langsung membocorkan posisi kapal selam kepada musuh.
Di sisi lain, manfaat strategisnya dinilai sangat besar.
Kapal selam yang membawa ER-S dapat menjadi bagian dari jaringan pertahanan udara terpadu bersama kapal perang, pesawat tempur, satelit, hingga sistem tempur Aegis.
Data sasaran bahkan tidak harus berasal dari kapal selam itu sendiri. Informasi dapat dikirim oleh pesawat tempur generasi berikutnya, kapal perusak, satelit, maupun sensor lain yang terhubung dalam jaringan tempur terpadu.
Dengan konsep tersebut, kapal selam dapat bertindak sebagai forward shooter, yakni platform penembak yang beroperasi jauh di depan garis pertahanan tanpa harus mengaktifkan sensor sendiri.
Kemampuan ini dinilai sangat berguna untuk memburu target bernilai tinggi seperti pesawat Airborne Early Warning and Control (AEW&C), pesawat intai, pesawat tanker, maupun ancaman udara lainnya yang selama ini relatif aman dari serangan kapal selam.
Bahkan, bila ER-S juga memiliki kemampuan mencegat rudal hipersonik, kapal selam dapat ditempatkan lebih dekat ke wilayah musuh untuk memberikan lapisan pertahanan tambahan terhadap rudal balistik maupun rudal hipersonik sejak fase awal penerbangannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!