Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berkat Kolaborasi Pemda dengan Pelaku UMKM, Kopi Lembang Tembus Pasar Arab Saudi

📅 Senin, 31 Agu 2026, 12:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Berkat Kolaborasi Pemda dengan Pelaku UMKM, Kopi Lembang Tembus Pasar Arab Saudi Doc: ANTARA
Ket. Pekerja menunjukkan kopi luwak yang siap dijual di Kopi Luwak Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (15/11/2024). 

BANDUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, Jawa Barat, memfasilitasi pengembangan kopi lokal hingga produk kopi Arabika Gunung Tangkuban Parahu asal Kecamatan Lembang berhasil menembus pasar Arab Saudi.

Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, di Bandung Barat, Senin (31/8), mengatakan fasilitasi dilakukan melalui kolaborasi pemerintah daerah dengan pelaku UMKM, petani, Bank Indonesia, Bea Cukai, serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

"Alhamdulillah berkat usaha tersebut, sekarang salah satunya berhasil, yaitu dari Kopi Poctan Arjuna atau dengan produk Tonas Coffee ke Arab Saudi," katanya.

Menurut dia, keberhasilan tersebut menjadi langkah awal bagi kopi Bandung Barat untuk memperluas pemasaran ke negara lain, termasuk Jepang yang diharapkan dapat menjadi tujuan ekspor berikutnya.

"Mudah-mudahan Pak Ananda, Pak Dikdik, dan Kang Adil bisa terus meningkatkan produknya. Katanya, mudah-mudahan tahun depan bisa ekspor ke Jepang," ujarnya.

Sementara itu, Manajer Tonas Kopi sekaligus petani milenial Dikdik Ramdaniansyah mengatakan kopi Arabika Gunung Tangkuban Parahu berhasil menarik minat pembeli di Riyadh setelah pihaknya mengirimkan lima sampel dengan metode pengolahan berbeda.

"Awalnya kita kirim sampel dulu berupa pengolahan kopi fermentasi lima sampel. Hasilnya yang diterima kopi fermentasi nanas," katanya.

Ekspor perdana tersebut dilakukan sebanyak empat ton biji kopi hijau atau green bean hasil fermentasi menggunakan buah nanas dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp800 juta.

Dikdik mengatakan permintaan awal dari pembeli di Arab Saudi mencapai 25 ton, tetapi pihaknya baru mampu memenuhi pengiriman tahap pertama sebanyak empat ton karena masih menghadapi keterbatasan kapasitas produksi dan bahan baku.

"Awalnya, mereka melakukan pemesanan sebanyak 25 ton. Namun, karena situasi dan kondisi yang kurang memungkinkan, kami baru mampu menyanggupi pengiriman sebanyak 4 ton," ujarnya.

Dikdik mengatakan peningkatan permintaan dari pasar Arab Saudi menjadi peluang bagi petani kopi Lembang untuk meningkatkan produksi.

Saat ini, Tonas Kopi telah menyerap sekitar 50 ton kopi dari petani Desa Cibodas, namun jumlah tersebut belum mencukupi apabila permintaan ekspor meningkat.

"Kendala utama yang kami hadapi dalam proses produksi adalah ketersediaan bahan baku, khususnya ceri kopi," ujar Dikdik.

Karena itu, Tonas Kopi menargetkan kapasitas produksi meningkat dua hingga tiga kali lipat dengan kebutuhan bahan baku yang diproyeksikan mencapai lebih dari 100 ton.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Nasional
Seniman Prancis Gelar Pelat...
Luar Negeri
Ribuan Orang Berunjuk Rasa ...
Luar Negeri
Korut Luncurkan Sejumlah Mi...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.