Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KemenPU Bangun Pengendali Sedimen di DAS Tamiang, Target Kelar Desember 2026

📅 Sabtu, 19 Sep 2026, 23:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
 KemenPU Bangun Pengendali Sedimen di DAS Tamiang, Target Kelar Desember 2026 Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun 40 unit Sabo Dam yang tersebar di enam daerah aliran sungai (DAS) di Aceh, sebagai bagian dari percepatan penanganan kawasan hulu pascabanjir dan longsor yang terjadi pada November 2025

GAYO LUES – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun 40 unit Sabo Dam yang tersebar di enam daerah aliran sungai (DAS) di Aceh, sebagai bagian dari percepatan penanganan kawasan hulu pascabanjir dan longsor yang terjadi pada November 2025.

Pembangunan ini merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana, sekaligus memperkuat sistem mitigasi terhadap potensi banjir, aliran sedimen, dan debris dari kawasan hulu.

Enam lokasi pembangunan Sabo Dam berada di DAS Tripa di Gayo Lues, DAS Meureudu di Pidie Jaya, DAS Jambo Aye di Aceh Timur, DAS Peusangan yang meliputi Bireuen, Aceh Tengah, dan Bener Meriah, DAS Tamiang di Gayo Lues, serta DAS Singkil di kawasan Lawe Alas yang meliputi Gayo Lues dan Aceh Tenggara. 

Penanganan kawasan hulu dilakukan untuk mengendalikan material sedimen sekaligus mengurangi kecepatan aliran air yang disertai material dari kawasan hulu sebelum mencapai kawasan hilir atau permukiman masyarakat.

Dari total 40 unit Sabo Dam yang direncanakan di Aceh, dua unit di antaranya saat ini telah memasuki tahap konstruksi. Kedua Sabo Dam tersebut berada di DAS Tamiang, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, yakni Sabo Dam TM-D.11 di Pepelah dan Sabo Dam TM-SP.12 di kawasan Pintu Rime, Pining.

Kedua infrastruktur tersebut dibangun untuk mengendalikan aliran sedimen dari kawasan hulu DAS Tamiang sekaligus mendukung upaya pengurangan risiko bencana di wilayah hilir. Berdasarkan progres pekerjaan per 9 September 2026, pembangunan kedua Sabo Dam tersebut secara keseluruhan telah mencapai 32,84 persen.

“Bencana tidak bisa lagi dipandang sebagai pekerjaan sektoral semata. Ini harus dibaca sebagai bagian dari strategi ketahanan nasional yang menyentuh langsung kehidupan rakyat. Dalam arah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, ketahanan energi, pangan, dan air menjadi fondasi utama pembangunan bangsa,” kata Menteri Dody di Jakarta, Sabtu (19/9).

Secara teknis, pembangunan Pengendali Sedimen DAS Tamiang merupakan penanganan permanen untuk mengendalikan sedimen sekaligus mereduksi energi aliran. Pembangunan ini dilakukan sebagai tindak lanjut kondisi DAS Tamiang setelah kejadian banjir dan longsor November 2025 yang menyebabkan debit aliran besar membawa material sedimen dari kawasan hulu menuju hilir, sehingga menimbulkan pendangkalan sungai, kerusakan infrastruktur, dan meningkatkan risiko banjir berulang.

“Pembangunan Sabo Dam ini merupakan bagian dari upaya kita untuk mengendalikan aliran air sekaligus material sedimen dan debris dari kawasan hulu. Dengan begitu, risiko luapan yang menuju permukiman masyarakat dapat dikurangi, khususnya ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” ujar Menteri Dody.

Paket Pengendali Sedimen DAS Tamiang Kabupaten Gayo Lues memiliki nilai kontrak Rp70 miliar yang bersumber dari APBN 2026, dengan waktu pelaksanaan 217 hari kalender. Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero) sejak tanggal kontrak 20 Mei 2026 dan ditargetkan tuntas pada akhir Desember 2026.    

Setelah berfungsi, kapasitas tampungan Sabo Dam akan dikelola secara berkelanjutan melalui pemeliharaan dan pengerukan material sedimen yang telah tertampung, sehingga kapasitas tampungan dapat dikembalikan dan fungsi pengendalian sedimen tetap optimal. 

Melalui penanganan kawasan hulu secara lebih terintegrasi, Kementerian PU terus memperkuat infrastruktur pengendali sedimen dan aliran sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat dan kawasan hilir sesuai dengan prinsip build back better, yakni membangun kembali infrastruktur pascabencana dengan kualitas yang lebih baik, lebih aman, lebih tangguh, dan lebih berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Olahraga
Eliud Kipchoge Juara Marato...
Olahraga
Tinggalkan Skuad Portugal, ...

Pria Terduga Perencana Pembunuh PM Polandia Donald Tusk Ditangkap

44 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Pria Terduga Perencana Pemb...
Olahraga
PBB Kecam Pelecehan Rasis t...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.