Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menkum Berharap Forum Komunikasi Kebijakan Fokus pada Perbaikan Layanan Publik

📅 Rabu, 17 Jun 2026, 17:10 WIB | Oleh:
Menkum Berharap Forum Komunikasi Kebijakan Fokus pada Perbaikan Layanan Publik Doc: RRI/Aditya Prabowo
Ket. Menteri Hukum Supratman Andi Agtas (tengah)

JAKARTA - Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas mendorong Forum Komunikasi Kebijakan memperkuat kolaborasi antarinstansi guna menghasilkan kebijakan implementatif berdampak. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pemerintah nasional.

“Kelemahan kita selama ini, ego sektoral di antara kita cukup tinggi. Hasil kajian yang dihasilkan mungkin bagus, tetapi terkadang implementasinya tidak pernah dilaksanakan,” kata Supratman Andi Agtas saat memberikan sambutan dalam Kick Off Meeting Forum Komunikasi Kebijakan di Jakarta, Rabu (17/6).

Supratman menilai banyak penelitian perguruan tinggi masih berhenti pada pembahasan teoritis tanpa penerapan nyata bagi masyarakat. Menurutnya, skripsi, tesis, dan disertasi sering menghasilkan gagasan baik namun belum diimplementasikan dalam kebijakan publik.

“Akhirnya yang kita dapatkan hanyalah tulisan-tulisan yang indah yang dipublikasikan. Tetapi implementasinya tidak pernah terjadi,” ujar dia.

Supratman berharap Forum Komunikasi Kebijakan menjadi ruang sinergi seluruh unit strategi kebijakan kementerian dan lembaga. Sinergi tersebut mencakup badan maupun unit lain dalam struktur organisasi pemerintahan untuk memperkuat perumusan kebijakan.

Ia juga menyambut baik gagasan penyusunan kajian tematik yang mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia mengusulkan agar kajian strategis lebih difokuskan pada peningkatan kualitas layanan publik dan penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“Kajian strategis sebaiknya fokus pada layanan publik serta penguatan sistem pemerintahan berbasis elektronik. Langkah itu sejalan dengan gagasan Kementerian PANRB dan Lembaga Administrasi Negara untuk meningkatkan efektivitas birokrasi,” ucap Supratman.

Menurut dia, persoalan utama yang masih dihadapi pemerintah adalah birokrasi yang belum sepenuhnya mendukung percepatan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, hasil kajian yang disusun harus mampu diterjemahkan menjadi kebijakan yang dapat dilaksanakan dan dievaluasi secara berkelanjutan.

“Terlalu banyak melakukan kajian tematik, terlalu banyak berdiskusi, sementara implementasinya itu tidak bisa dimaksimalkan. Kalau tidak bisa kita wujudkan, bagaimana caranya kemudian melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang sudah dijalankan,” ucap Supratman. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.