Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gempa Kuat M7,8 di Filipina Tewaskan Satu Orang, Picu Peringatan Tsunami

📅 Senin, 08 Jun 2026, 10:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gempa Kuat M7,8 di Filipina Tewaskan Satu Orang, Picu Peringatan Tsunami Doc: AFP
Ket. Bangunan termasuk restoran Jolibee runtuh setelah gempa M7,8 melanda lepas pantai pulau Mindanao, Filipina

MANILA - Gempa bumi dengan magnitudo 7,8 mengguncang Filipina selatan, Senin (8/6), menewaskan sedikitnya satu orang, menyebabkan bangunan runtuh, dan memicu peringatan tsunami di seluruh wilayah tersebut.

Pihak berwenang di Filipina dan Indonesia mendesak warga di wilayah pesisir yang terdampak untuk segera pindah ke tempat yang lebih tinggi, setelah gempa lepas pantai melanda sekitar 24 kilometer sebelah barat provinsi Sarangani di pulau Mindanao, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).

"Hingga saat ini, dilaporkan ada satu orang meninggal dan empat orang terluka. Ini baru laporan awal," kata Sersan Mayor Robert Dagon dari kepolisian Kota General Santos dikutip AFP.

"Sejumlah bangunan runtuh," katanya. "Banyak bangunan yang terkena dampak, tetapi saya tidak dapat menyebutkannya sekarang karena kami sedang sibuk dengan operasi penyelamatan yang sedang berlangsung."

Video yang diunggah ke Facebook dan diverifikasi oleh AFP menunjukkan sebuah pusat perbelanjaan dengan restoran cepat saji Jollibee hancur lebur di Kota General Santos. Sebuah gedung sekolah yang menurut pejabat tidak berpenghuni ambruk di lokasi lain.

"Ya Tuhan, bangunan itu benar-benar runtuh! ... Bangunan itu benar-benar runtuh!" terdengar seseorang berteriak.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik menyatakan dalam sebuah pemberitahuan bahwa gelombang tsunami mungkin terjadi "dalam tiga jam ke depan" di sepanjang pantai Filipina, Indonesia, Palau, Taiwan, dan Papua Nugini.

Menurut USGS, gempa susulan berkekuatan 6,1 melanda daerah tersebut sekitar dua jam setelah gempa pertama.

Proses Evakuasi 

Presiden Filipina Ferdinand Marcos menangguhkan kegiatan sekolah di daerah-daerah yang terdampak di Mindanao, sekaligus menyerukan warga di daerah pesisir untuk segera mengungsi.

"Pindahlah ke tempat yang lebih tinggi sekarang juga. Jangan menunggu," katanya. "Hidupmu lebih penting daripada apa pun yang tertinggal."

Badan penanggulangan bencana nasional negara itu mengatakan laporan tentang korban jiwa "masih diverifikasi".

Sementara itu, Badan nasional penanggulangan bencana (BNPB) Indonesia menginstruksikan para pejabat di kota Manado,  Gorontalo bagian utara, dan Kepulauan Sangihe "untuk segera mengarahkan warga mengungsi secara tertib ke tempat yang lebih tinggi".

Pihak berwenang Jepang secara terpisah mengeluarkan peringatan tsunami untuk sebagian besar wilayah pesisir Pasifiknya, memperkirakan gelombang setinggi hingga satu meter (tiga kaki) akan menghantam berbagai daerah mulai pukul 11.30 waktu setempat (02.30 GMT).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Rupiah Masih Rentan - 14 Oktober 2026
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.