Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di Tengah El Nino, Kolaborasi PGN-BRIN-Pemkab Batang Berhasil Panen 166 Ton Padi Biosalin

31 Jumat, 18 Sep 2026, 23:32 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Di Tengah El Nino, Kolaborasi PGN-BRIN-Pemkab Batang Berhasil Panen 166 Ton Padi Biosalin Di Tengah El Nino, Kolaborasi PGN-BRIN-Pemkab Batang Berhasil Panen 166 Ton Padi Biosalin Doc: istimewa
Ket. Kolaborasi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Pemerintah Kabupaten Batang berhasil menghasilkan sekitar 166,5 ton gabah kering panen (GKP) dari budidaya Padi Biosalin dengan nilai ekonomi mencapai Rp1,3 miliar

BATANG– Tantangan El Niño dan kondisi lahan pesisir yang memiliki kadar garam (salinitas) tinggi tidak menghalangi produktivitas pertanian di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kolaborasi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Pemerintah Kabupaten Batang berhasil menghasilkan sekitar 166,5 ton gabah kering panen (GKP) dari budidaya Padi Biosalin dengan nilai ekonomi mencapai Rp1,3 miliar.

Hasil tersebut dipanen dalam Panen Raya Padi Biosalin di Kabupaten Batang, Jumat (18/9), melalui program CSR Pengembangan dan Budidaya Varietas Padi Biosalin dan Minapadi Salin pada Kawasan Salinitas Tinggi.

Capaian tersebut menjadi relevan di tengah kondisi iklim yang menantang. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), indeks ENSO rata-rata tiga bulanan periode Juli-September 2026 tercatat 2,6 atau berada pada kategori El Niño sangat kuat. Hingga Dasarian I September, sekitar 80,7 persen Zona Musim di Indonesia juga telah memasuki musim kemarau. 

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi sektor pertanian, terutama di kawasan pesisir yang memiliki keterbatasan air dan menghadapi salinitas akibat pengaruh air laut maupun rob. Di Batang, kondisi tersebut sebelumnya membuat sebagian lahan pesisir tidak produktif selama 6 tahun.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan perubahan iklim, abrasi, dan rob menjadi tantangan bagi keberlanjutan lahan pertanian pesisir. Menurutnya, diperlukan langkah adaptasi dan mitigasi yang terintegrasi, termasuk melalui inovasi pertanian yang mampu beradaptasi dengan kondisi lahan salin.

Ia menilai pengembangan Padi Biosalin dan mina salin di Batang menunjukkan bahwa lahan dengan tingkat salinitas tinggi tetap dapat dimanfaatkan secara produktif melalui penerapan inovasi dan teknologi. "Integrasi padi dan ikan juga rumput laut juga berpotensi menjadi model yang dapat dikembangkan sesuai karakteristik wilayah," ujar Hanif.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan mengatakan tantangan perubahan iklim dan kondisi lingkungan pesisir membutuhkan kolaborasi lintas sektor. "Kerjasama pemerintah, dunia usaha, lembaga riset, dan masyarakat dapat menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan wilayah sekaligus memberikan manfaat ekonomi, lingkungan dan masyarakat khususnya petani," kata M. Faiz.

Anggota Dewan Pengarah BRIN, Tri Mumpuni menyampaikan bahwa keberhasilan panen kali ini adalah hasil dari gotong royong dan kolaborasi semua pihak baik pemerintah, akademisi, badan usaha, dan masyarakat. Secara khusus dia mengucapkan apresiasi kepada para petani yang gigih dan mau berjalan bersama mengaplikasi hasil rekayasa teknologi ini menjadi manfaat nyata buat masyarakat dan ketahanan pangan Batang.

Bangun Ekosistem Pesisir Berkelanjutan

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan pengembangan Padi Biosalin merupakan bagian dari komitmen PGN menjalankan program tanggung jawab sosial CSR dan lingkungan yang menciptakan manfaat ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat.

Menurut Fajriyah, panen di Batang menunjukkan bahwa lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat kembali dimanfaatkan dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat dan membuka lapangan kerja melalui inovasi dan kolaborasi.

Program Padi Biosalin di Batang merupakan bagian dari kerja sama PGN dan BRIN yang telah dikembangkan di sejumlah wilayah pesisir. Sejak Desember 2024 hingga saat ini, pengembangannya telah mencapai sekitar 232 hektare di Semarang, Jepara, dan Batang.

Di Semarang, pengembangan dimulai pada Desember 2024 di wilayah pesisir Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu. Dari tahap awal seluas 20 hektare, pengembangan mandiri terus berjalan sampai mencapai sekitar 180 hektare.

Sementara di Jepara, pengembangan dimulai pada September 2025 dengan penanaman 400 kilogram benih pada lahan awal seluas 5 hektare. Luasan kemudian diperluas menjadi sekitar 20 hektare dan telah mencapai panen pada lahan sekitar 22 hektare dengan produktivitas 6–8 ton per hektare.

Model tersebut juga mulai direplikasi di wilayah lain. Bibit Padi Biosalin 1 yang dikembangkan di Semarang telah diperluas ke Kabupaten Kendal dengan luasan sekitar 353 hektare.

Langkah mitigasi terhadap tantangan perubahan iklim juga dilakukan PGN melalui penguatan ketahanan pangan pesisir dengan upaya menjaga ekosistem. Sejak 2024, PGN grup turut mendukung penanaman sekitar 14 ribu mangrove di wilayah Batang, Kendal, dan Semarang untuk mendukung keberlanjutan lingkungan pesisir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
Daerah
Disnakeswan Mimika Kembangk...
Daerah
Gunung Karangetang di Pulau...
Advertisement
Bangga Jadi WNI tetapi 75 Persen Pemuda Indonesia Ingin Kerja di Luar Negeri

Bangga Jadi WNI tetapi 75 Persen Pemuda Indonesia Ingin Kerja di Luar Negeri

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.