Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Ikan, Ubur-Ubur Justru Dominasi Tangkapan Nelayan Cilacap

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 21:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bukan Ikan, Ubur-Ubur Justru Dominasi Tangkapan Nelayan Cilacap Doc: ANTARA/HO-Dinas Perikanan Cilacap
Ket. Aktivitas pengepulan ubur-ubur hasil tangkapan nelayan di Cilacap, Jawa Tengah.

CILACAP – Tangkapan nelayan menjadi salah satu penopang penting ekonomi masyarakat pesisir sekaligus sumber pasokan pangan bagi masyarakat.

Namun, hasil melaut sangat bergantung pada kondisi cuaca, musim, ketersediaan ikan, hingga harga jual di tingkat nelayan.

Karena itu, peningkatan hasil tangkapan perlu diiringi dengan penguatan akses pasar dan tata kelola usaha agar kesejahteraan nelayan ikut meningkat.

Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyebut ubur-ubur (sejenis binatang laut yang termasuk dalam kelas Scyphozoa) mendominasi hasil tangkapan nelayan selama musim angin timur yang berlangsung dalam dua bulan terakhir.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap Indarto di Cilacap, Jumat, mengatakan melimpahnya ubur-ubur mendorong nelayan kapal kecil beralih menangkap komoditas tersebut karena mudah diserap pengepul dan eksportir.

"Dengan adanya ubur-ubur, tangkapan nelayan meningkat. Sudah memasuki bulan kedua dan memang sedang mendominasi," katanya.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat aktivitas pelelangan ikan di sejumlah tempat pelelangan ikan (TPI) cenderung sepi karena nelayan dengan kapal berukuran di bawah 5 gros ton (GT) lebih memilih menangkap ubur-ubur.

Ia mengatakan ubur-ubur hasil tangkapan nelayan tersebut dijual ke pengepul dan selanjutnya dikirim ke eksportir yang berada di luar wilayah Cilacap.

Setelah melalui berbagai proses pengeringan, ubur-ubur tersebut dikirim ke eksportir di Jakarta untuk diekspor ke sejumlah negara di kawasan Asia Timur seperti China dan Jepang guna diolah menjadi bahan makanan maupun kosmetik.

"Harga jual ubur-ubur di wilayah perkotaan Cilacap saat ini Rp800 per kilogram, sedangkan di wilayah Jetis mencapai Rp1.100 per kilogram, dan harganya relatif sama dengan kisaran harga dalam beberapa tahun terakhir," katanya.

Dalam sehari, kata dia, kapal fiber berukuran sekitar 5 GT yang melaut sejak pagi dapat melakukan hingga tiga kali perjalanan dengan hasil sekitar 1 ton ubur-ubur dalam setiap perjalanan.

Menurut dia, kapal fiber tersebut biasanya ditumpangi dua nelayan dan jarak tempuh untuk menangkap ubur-ubur tidak terlalu jauh.

“Daerah tangkapan ubur-ubur sekitar jalur 1 penangkapan atau berjarak sekitar 4 mil laut dari bibir pantai, sehingga kebutuhan bahan bakar minyak) untuk operasional kapal fiber tidak terlalu banyak,” katanya.

Indarto memperkirakan penangkapan ubur-ubur masih berlangsung sekitar dua bulan ke depan selama musim kemarau dan sebelum ada hujan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

Anak Berkarunia Khusus Mendapat Tempat di Jakarta

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Anak Berkarunia Khusus Mend...
Megapolitan
Pemprov Terus Memperbaiki S...
Luar Negeri
Trump dan Zelensky Saling S...
Advertisement
Banjir Rendam Dua Titik di Padang, Tim SAR Gabungan Evakuasi Puluhan Warga.

Banjir Rendam Dua Titik di Padang, Tim SAR Gabungan Evakuasi Puluhan Warga.

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.