Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Bencana Mengintai Indonesia Sekaligus, BNPB Rilis Warning Keras Kesiapsiagaan di Wilayah Ini

📅 Senin, 25 Mei 2026, 06:40 WIB | Oleh:
Dua Bencana Mengintai Indonesia Sekaligus, BNPB Rilis Warning Keras Kesiapsiagaan di Wilayah Ini Doc: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Ket. Arsip - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam siniar bersama ANTARA TV membahas sejumlah isu strategis terkait penanggulangan bencana di Kantor Antara Heritage Center di Jakarta, Selasa (10/2).

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia, Minggu (24/5) malam.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan di tingkat tapak guna mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi basah, berkaca dari musibah banjir yang baru saja merendam puluhan rumah warga serta dua fasilitas pendidikan di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Di sisi lain, fluktuasi dinamika atmosfer saat ini menuntut kesiapan ganda karena beberapa wilayah nusantara justru mulai memasuki musim kemarau.

"Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Kami meminta pemda dan masyarakat tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana tersebut," ujar Abdul.  

Dia menjelaskan, dampak nyata dari faktor cuaca ekstrem dengan durasi panjang tersebut salah satunya memicu banjir yang merendam 35 rumah warga serta dua fasilitas pendidikan, yakni SD Mulyorejo 1 dan SMP 4 Cepu di Desa Mulyorejo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jumat (22/5) malam.

Meskipun kondisi genangan di Blora dilaporkan telah berangsur surut pada Sabtu (23/5) setelah diasesmen oleh BPBD setempat, BNPB mengingatkan bahwa dinamika atmosfer saat ini sangat fluktuatif karena beberapa wilayah lain justru mulai memasuki musim kemarau. 

Oleh karena itu, lanjutnya, kesiapsiagaan yang diminta oleh BNPB tidak hanya berfokus pada ancaman banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem saja, melainkan juga pada potensi bencana hidrometeorologi kering seperti kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).  

Masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi resmi dan peringatan dini yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah, BPBD, BMKG, maupun PVMBG. Langkah antisipasi dini dan respons cepat dari seluruh unsur dinilai menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko serta dampak kerusakan akibat bencana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Babak Pertama Skuad Garuda Harus Mencetak Gol

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Babak Pertama Skuad Garuda ...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.