Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keiko Fujimori Resmi Jadi Presiden Peru, Fokus Perangi Kejahatan

📅 Rabu, 29 Jul 2026, 11:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keiko Fujimori Resmi Jadi Presiden Peru, Fokus Perangi Kejahatan Doc: ANTARA
Ket. Calon presiden Peru Keiko Fujimori berbicara kepada media di Lima, Peru, Kamis (10/6/2021).

BOGOTA – Keiko Fujimori resmi menjadi Presiden Peru usai dilantik pada Selasa (28/7), sehingga menjadi perempuan pertama yang terpilih secara demokratis untuk memimpin negara tersebut.

Tak lama usai dilantik sebagai presiden untuk masa jabat 2026–2031, pemimpin berhaluan konservatif berusia 51 tahun tersebut langsung mengumumkan pendekatan keras untuk menjaga keamanan dalam negeri.

Ia memberi wewenang kepada angkatan bersenjata untuk menjaga ketertiban umum di wilayah-wilayah yang paling terdampak kejahatan terorganisasi.

Dalam pidatonya di Istana Parlemen di Lima, Fujimori mendeklarasikan "perang" terhadap berbagai organisasi kriminal, pengedar narkoba, dan penambangan ilegal di seantero Peru.

"Dalam kondisi darurat, angkatan bersenjata secara sementara memimpin operasi keamanan dan menjaga ketertiban umum melalui koordinasi dekat dengan pihak kepolisian," kata Fujimori dalam pidato perdananya sebagai presiden.

"Di mana pun kejahatan terorganisasi, perdagangan narkoba, dan penambangan ilegal merebut kuasa dari negara, kami akan memanfaatkan semua kewenangan yang diberikan kepada pemerintah oleh konstitusi," ucap dia.

Di samping pengerahan militer, Fujimori juga berjanji akan memperkuat kepolisian nasional melalui dukungan politik, peremajaan peralatan, dan perluasan wewenang institusi.

Untuk mengatasi kenaikan biaya hidup dan stagnasi ekonomi, dia mengumumkan kenaikan upah minimum nasional sebesar 15 persen dari 1.130 soles (Rp6,02 juta) menjadi 1.300 soles (Rp6,92 juta) per bulan.

Dia juga menegaskan komitmen mempertahankan kerangka ekonomi pasar bebas Peru, di samping mengimplementasikan reformasi keamanan publik yang menyeluruh.

Upacara pelantikan Fujimori diwarnai dinamika polarisasi politik di ruang sidang parlemen.

Beberapa saat sebelum dia memulai pidatonya, legislator dari pihak oposisi, seperti dari partai Juntos por el Peru dan Ahora Nacion, melakukan aksi "walk out" dari ruang sidang.

Dengan mengenakan pakaian hitam dan pita duka cita, para legislator oposisi berteriak "Keadilan untuk para korban!" sembari memegang foto orang-orang yang dibunuh sepanjang 1990--2000 pada masa jabat Presiden Alberto Fujimori, ayah dari Keiko Fujimori, yang kemudian dipenjara atas kejahatan terhadap kemanusiaan.`

Keiko tetap diam di mimbar ruang sidang hingga para legislator oposisi keluar ruangan.

Meski dengan adanya ketegangan domestik, upacara pelantikan Keiko Fujimori tetap dihadiri pemimpin sejumlah negara sahabat, seperti Raja Felipe IV dari Spanyol, Presiden Ekuador Daniel Noboa, Presiden Chile Jose Antonio Kast, Presiden Bolivia Rodrigo Paz, dan Presiden Argentina Javier Milei.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Masuk Rumah Sa...
Advertisement
KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.