Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tersebar Berita Ada Pesta Narkoba di Lapas Makassar, Ditjenpas Sulsel Membantah

📅 Selasa, 16 Jun 2026, 16:10 WIB | Oleh:
Tersebar Berita Ada Pesta Narkoba di Lapas Makassar, Ditjenpas Sulsel Membantah Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi Kanwil Ditjenpas Sulsel
Ket. Suasana mediasi para pihak warga binaan terkait penyelesaian insiden penikaman seorang narapidana pada 25 Mei 2026 di Lapas Kelas I Makassar, Sulawesi Selatan.

MAKASSAR -- Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan membantah ada pesta narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar, menyusul insiden penikaman seorang narapidana terkait dugaan pelaporan penyalahgunaan narkoba di lapas itu.

"Hasil pemeriksaan serta tes urine yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa insiden tersebut tidak terkait dengan penyalahgunaan narkoba sebagaimana yang diberitakan," ujar Kepala Kanwil Ditjenpas Sulsel Mulyadi mengklarifikasi kejadian itu di Makassar, Selasa.

Mulyadi membantah insiden penikaman narapidana di Lapas Makassar karena penyalahgunaan narkoba karena berdasarkan hasil pemeriksaan, insiden itu berawal dari kesalahpahaman antarpenghuni kamar di dalam sel lapas.

Awalnya, seorang warga binaan baru berinisial MC menempati kamar sel itu dan sering ditegur penghuni kamar lain karena mengganggu ketertiban, khususnya pada saat pelaksanaan ibadah shalat.

Merasa tersinggung ditegur, kemudian terjadi adu mulut yang berujung perkelahian antarwarga binaan. Dalam kondisi emosi, terjadi keributan dan melibatkan warga binaan lainnya sehingga terjadi kekerasan fisik.

Korban MC dikeroyok tiga orang narapidana berinisial BG, AR, dan FR pada 25 Mei 2026 di kamar blok lapas. Usai kejadian itu, dari hasil pemantauan, kondisi korban sejauh ini berangsur-angsur pulih.

Luka tusukan di badan korban mulai mengering dan tidak ditemukan tanda-tanda infeksi maupun keluhan lanjutan, bahkan sudah beraktivitas seperti biasa.

Mengenai pemberitaan yang beredar berkaitan dugaan pelaporan penyalahgunaan narkoba oleh korban di Lapas Makassar dikaitkan dengan insiden penikaman tersebut, Mulyadi menegaskan hal itu tidak benar.

Kepastian itu setelah dilaksanakan pemeriksaan pada Senin (15/6), yang dipimpin Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal bersama Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Sulsel di Lapas.

Tim Satops Patnal turut melaksanakan tes urine terhadap empat warga binaan yang terlibat. Hasilnya menunjukkan seluruh warga binaan tersebut dinyatakan negatif penyalahgunaan narkoba.

Hasil pemeriksaan tersebut menegaskan bahwa insiden yang terjadi merupakan konflik interpersonal antarwarga binaan yang dipicu kesalahpahaman dan tidak berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di dalam Lapas Kelas I Makassar.

"Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap informasi yang berkembang dengan cepat, objektif, dan transparan. Kami akan terus memperkuat pengawasan dan menjaga keamanan serta ketertiban di seluruh satuan kerja pemasyarakatan di Sulsel," katanya.

Para pihak yang terlibat dalam insiden itu telah menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dengan menandatangani surat pernyataan damai.

Pelaku dan korban sepakat saling memaafkan, tidak memperpanjang permasalahan, tidak membalas dan berkomitmen menjaga keamanan, ketertiban serta mematuhi tata tertib dalam lapas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.