Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Trump Siapkan Sanksi Besar terhadap ICC

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Presiden Trump Siapkan Sanksi Besar terhadap ICC Doc: AFP/JOHN THYS
Ket. Suasana Gedung Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag, Belanda, baru-baru ini.

Washington - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersiap menerapkan sanksi ekonomi berskala luas terhadap Mahkamah Pidana Internasional (ICC), menurut laporan The Wall Street Journal, Minggu (20/9).

Menurut laporan tersebut, sanksi yang direncanakan akan melarang sebagian besar transaksi keuangan dan komersial dengan ICC setelah masa tenggang selama enam hingga tujuh bulan. Reuters melaporkan bahwa informasi mengenai rencana tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Rencana tersebut akan memperluas langkah AS terhadap ICC, yang sebelumnya menargetkan individu di lingkungan pengadilan menjadi pembatasan terhadap institusi secara keseluruhan. Sumber yang dikutip The Wall Street Journal menyebut Washington dapat memfinalisasi langkah eksekutif tersebut paling cepat pekan ini, bertepatan dengan Sidang Majelis Umum PBB di New York, atau segera setelahnya.

Washington sebelumnya telah menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah personel ICC, termasuk Presiden ICC Tomoko Akane, berdasarkan perintah eksekutif yang dikeluarkan pada Februari 2025.

Langkah tersebut berlangsung setelah ICC menerbitkan surat perintah penangkapan pada 2024 terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menolak memberikan informasi mengenai kemungkinan keputusan sanksi tersebut, menurut The Wall Street Journal.

Tekanan terhadap NATO

Tekanan Washington terhadap ICC sebelumnya juga dilakukan melalui jalur diplomatik. Menurut laporan Politico, AS mendorong sekutu NATO untuk membantu mengisolasi ICC dan menarik diri dari Statuta Roma yang menjadi dasar pendirian pengadilan tersebut.

Dalam pertemuan tertutup di Brussel pada pertengahan Juli, Duta Besar AS untuk NATO Matthew Whitaker dilaporkan mendesak negara-negara anggota untuk meninggalkan ICC dan menghentikan bantuan materiil kepada lembaga tersebut.

Dalam dokumen diplomatik yang dikutip Politico, Misi AS untuk NATO menyatakan, "AS akan secara sistematis melumpuhkan kemampuan ICC... kami dengan tegas meminta Anda untuk segera mengambil langkah guna menarik diri."

"Mari kita akhiri sandiwara ICC ini untuk selamanya," demikian isi dokumen tersebut.

Whitaker juga memperingatkan negara-negara sekutu bahwa Washington "akan memantau dengan cermat siapa yang berpihak pada Amerika." Para utusan AS disebut secara bersamaan mengangkat isu tersebut dalam pembicaraan bilateral dengan mitra-mitra Eropa.

Dokumen itu mendesak negara-negara mitra untuk "mencermati ancaman" yang ditimbulkan ICC dan "mengutuk secara terbuka" tindakan pengadilan yang dinilai "melampaui wewenang."

Sebagian besar negara anggota NATO, kecuali AS dan Turkiye, merupakan penandatangan Statuta Roma.

Sejumlah diplomat Eropa menyatakan keberatan terhadap dorongan tersebut. Seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya menyebut tuntutan untuk keluar dari ICC "cukup mengejutkan", sedangkan pejabat lainnya menilai intervensi tersebut "mengecewakan".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Megapolitan
Pertumbuhan Mesti Ditopang ...
Megapolitan
Jakarta Dapat Asistensi Keu...
Luar Negeri
Pakistan Penjarakan Saudara...
Megapolitan
Gejolak Harga Terpantau dal...
Advertisement
Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.