Mengenal Hepatitis dan Pentingnya Deteksi Dini dengan FibroScan
📅 Selasa, 28 Jul 2026, 18:25 WIB | Oleh: Haryo Brono"FibroScan merupakan metode pemeriksaan noninvasif untuk mendeteksi dini penyakit hati, memastikan penyebab, hingga melihat tingkat kerusakan hati secara aman dan nyaman, dengan hasil yang akurat, hanya dalam hitungan menit," ujar Lianda.
Dalam praktiknya, pasien cukup berbaring terlentang. Dokter kemudian menempatkan probe atau perangkat pemancar gelombang ultrasonografi pada area perut untuk memeriksa kondisi hati. Karena tidak membutuhkan sayatan atau pengambilan jaringan, pemeriksaan ini tidak menyebabkan luka seperti prosedur biopsi.
Prosesnya juga relatif singkat. Setelah pemeriksaan selesai, pasien umumnya dapat langsung pulang dan kembali melakukan aktivitas.
Membantu Memantau Perkembangan Penyakit
FibroScan dapat digunakan sebagai bagian dari evaluasi kondisi hati, termasuk untuk membantu menilai fibrosis pada berbagai penyakit hati. Pemeriksaan tersebut juga dapat digunakan untuk memantau perkembangan penyakit dan mengevaluasi respons terhadap penanganan yang diberikan dokter.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada pasien dengan hepatitis B atau C, misalnya, pemeriksaan kondisi hati dapat menjadi bagian dari pemantauan jangka panjang untuk mengetahui apakah kerusakan hati berkembang atau tetap stabil.
Namun, FibroScan bukan pengganti seluruh pemeriksaan medis. Dokter tetap perlu menggabungkan hasil pemeriksaan dengan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah, pencitraan, serta pemeriksaan lain yang dianggap diperlukan. Dengan pendekatan tersebut, dokter dapat menentukan penyebab penyakit dan tingkat kerusakan hati secara lebih komprehensif.
Bagaimana Hepatitis B dan C Menular?
Hepatitis B dan C dapat menular melalui paparan darah dan cairan tubuh yang mengandung virus. Penularan hepatitis B dapat terjadi melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi, serta dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya. Hepatitis C terutama ditularkan melalui paparan darah yang terinfeksi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penggunaan bersama barang pribadi yang dapat terkontaminasi darah, seperti pisau cukur, gunting kuku, atau sikat gigi, juga sebaiknya dihindari. Penularan juga dapat terjadi akibat penggunaan jarum atau alat medis yang tidak steril. Karena itu, penerapan prosedur medis yang aman dan penggunaan alat steril menjadi bagian penting dari pencegahan penularan.
Risiko infeksi juga lebih tinggi pada kelompok tertentu, termasuk orang yang terpapar darah terinfeksi dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Pada anak, infeksi hepatitis B memiliki risiko lebih besar untuk berkembang menjadi infeksi kronis dibandingkan infeksi yang diperoleh saat dewasa.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Meskipun dapat tidak menunjukkan gejala, hepatitis dapat menimbulkan sejumlah keluhan. Gejala yang perlu diperhatikan antara lain: demam, mual, dan muntah, kehilangan nafsu makan nyeri perut, terutama bagian kanan atas, serta nyeri sendi, kulit dan mata menguning, urine berwarna lebih gelap atau seperti teh, dan feses berwarna pucat, dan embengkakan pada kaki, tangan, atau perut.
Pada hepatitis B dan C kronis yang berlangsung lama, munculnya gejala tertentu dapat menjadi tanda bahwa fungsi hati mulai mengalami gangguan. Namun, tidak adanya gejala bukan berarti hati dalam kondisi sehat. Karena itu, kelompok yang memiliki faktor risiko tetap perlu mempertimbangkan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Vaksinasi dan Pola Hidup Sehat
Pencegahan hepatitis perlu dilakukan melalui berbagai langkah. Salah satu pencegahan utama terhadap hepatitis B adalah vaksinasi. Di Indonesia, vaksin hepatitis B telah menjadi bagian dari program imunisasi anak.
Orang dewasa yang memiliki faktor risiko dan belum mendapatkan vaksinasi juga dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai kebutuhan imunisasi. Selain vaksinasi, masyarakat perlu menghindari penggunaan barang pribadi secara bergantian, terutama benda yang berpotensi terkontaminasi darah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!