Mengenal Hepatitis dan Pentingnya Deteksi Dini dengan FibroScan
📅 Selasa, 28 Jul 2026, 18:25 WIB | Oleh: Haryo BronoPenerapan pola hidup bersih dan sehat juga penting. Sementara untuk mencegah MASLD, masyarakat perlu menjaga berat badan, menerapkan pola makan seimbang, berolahraga secara teratur, dan mengendalikan faktor risiko metabolik seperti diabetes, hipertensi, serta kadar kolesterol.
“Menghindari konsumsi alkohol juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan hati,” ujarnya.
Penanganan Disesuaikan dengan Penyebab
Penanganan hepatitis bergantung pada penyebab dan tingkat kerusakan hati. Pada hepatitis B dan C kronis, dokter dapat memberikan terapi antivirus sesuai kondisi pasien. Tujuannya adalah mengendalikan infeksi dan mengurangi risiko kerusakan hati lebih lanjut.
Sementara pada penyakit hati yang berkaitan dengan MASLD, penanganan berfokus pada perbaikan faktor metabolik dan perubahan gaya hidup. Penurunan berat badan bagi pasien yang mengalami obesitas, aktivitas fisik teratur, serta pengendalian diabetes dan kadar kolesterol dapat menjadi bagian dari strategi penanganan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika kerusakan hati telah berkembang menjadi tahap sangat berat atau terjadi gagal hati, transplantasi hati dapat menjadi salah satu pilihan terapi yang dipertimbangkan oleh dokter. Karena itu, mengetahui kondisi hati sejak awal menjadi penting untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Deteksi Dini Menjadi Kunci
Hepatitis dan penyakit hati lainnya tidak selalu menunjukkan gejala pada tahap awal. Kondisi inilah yang membuat pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting dari upaya pencegahan komplikasi. FibroScan menjadi salah satu pilihan pemeriksaan noninvasif yang dapat membantu dokter menilai elastisitas hati dan kemungkinan adanya fibrosis.
Bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko, seperti hepatitis, obesitas, diabetes, gangguan kolesterol, atau riwayat konsumsi alkohol berlebihan, konsultasi dengan dokter spesialis dapat menjadi langkah awal untuk menentukan apakah pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Lianda, menjaga kesehatan hati merupakan investasi jangka panjang. Momentum Hari Hepatitis Sedunia yang diperingati setiap 28 Juli dapat menjadi pengingat agar masyarakat lebih mengenali faktor risiko dan tidak menunggu munculnya gejala berat untuk memeriksakan diri.
"Penanganan awal secara komprehensif akan membantu memastikan kondisi organ hati tetap terjaga dengan optimal," ujar Lianda.
Pada akhirnya, upaya menjaga hati tidak hanya bergantung pada pengobatan ketika penyakit sudah muncul. Pencegahan, deteksi dini, pemeriksaan berkala, serta perubahan gaya hidup dapat menjadi rangkaian penting untuk menjaga fungsi organ yang memiliki peran vital dalam metabolisme tubuh tersebut.
Bagi mereka yang memiliki faktor risiko atau mengalami gejala yang mencurigakan, berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi dapat membantu menentukan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!