Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BRIN Kembangkan Riset Monitoring Real Time Cegah Kecelakaan Kereta

📅 Selasa, 28 Apr 2026, 14:27 WIB | Oleh:
BRIN Kembangkan Riset Monitoring Real Time Cegah Kecelakaan Kereta Doc: antara foto
Ket. Kepala BRIN Arif Satria

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan riset monitoring secara real time untuk mengaudit kondisi rel di atas jembatan guna mencegah dan menekan kecelakaan kereta api di Indonesia.

Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan hal tersebut sebagai respons atas kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek yang menabrak kereta rel listrik (KRL) di Bekasi Timur hingga memakan korban jiwa.

"Dalam konteks perkeretaapian, kita tidak hanya berbicara tentang aspek sarana, tetapi juga aspek prasarana. Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah Structural Health Monitoring System (SHMS), yang digunakan untuk audit jembatan kereta api secara real time. Sistem ini sangat bermanfaat, khususnya bagi PT KAI dalam menjaga keselamatan dan keandalan infrastruktur," katanya di Jakarta, Selasa (28/4).

Arif menjelaskan, berbagai kajian telah dilakukan, termasuk riset pemodelan performa dan populasi kereta cepat, serta pengembangan prototipe sistem otomasi dan persinyalan. Dari berbagai kajian tersebut, terdapat sejumlah teknologi yang terus didalami oleh peneliti di BRIN.

Secara keseluruhan, Arif menambahkan bahwa riset di bidang perkeretaapian yang sedang dilakukan BRIN terus berkembang, dengan sekitar 20 kajian yang sedang berjalan, dan seluruh fasilitas serta alat ujinya juga telah tersedia.

"Ke depan, berbagai kejadian terbaru dapat menjadi tema riset lanjutan, mengingat kecelakaan kereta api umumnya bersifat multi-aspek, yang meliputi faktor teknologi, perilaku, dan sosial, karena kereta api merupakan sebuah ekosistem, sehingga persoalannya tidak bisa dilihat dari satu sisi saja," ujarnya.

Kepala BRIN juga mengemukakan, ekosistem perkeretaapian yang sangat beragam tersebut menjadi bahan kajian bagi para peneliti. Selain itu, BRIN juga tengah melakukan revitalisasi kerja sama dengan PT Industri Kereta Api (INKA) di Madiun, Jawa Timur, untuk memperkuat kolaborasi di sektor tersebut.

"BRIN tidak hanya fokus pada riset teknologi, tetapi juga mencakup aspek hukum, sosial, dan kebijakan, guna memberikan solusi komprehensif bagi berbagai tantangan nasional," demikian Arif Satria.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Pasang Badan Tolak Pembubaran UNRWA

43 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Pasang Badan Tola...

Wonosobo Andalkan Dieng Caldera Race untuk Promosi Wisata

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Wonosobo Andalkan Dieng Cal...

Cermati Bahaya Tekanan Darah Tinggi dalam Waktu ke Depan

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Cermati Bahaya Tekanan Dara...
Nasional
Ada yang Tahu Jumlah Cagar ...
Megapolitan
Suara Rakyat Tetap Jadi Lan...

50 Duta Besar Hadiri Jakarta Twilight Soiree  

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
50 Duta Besar Hadiri Jakart...
Daerah
Anggota Polda Maluku Gugur ...
PLN Tegaskan Sistem Kelistrikan di Pulau Jawa Berangsur Normal

PLN Tegaskan Sistem Kelistrikan di Pulau Jawa Berangsur Normal

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.