Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inggris Pulihkan Hubungan dengan AS

📅 Senin, 27 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Inggris Pulihkan Hubungan dengan AS Doc: antara
Ket. Menteri Pertahanan Inggris John Healey disebut berupaya membangun kembali komunikasi dengan pemerintahan Trump melalui kerja sama menjaga keamanan Selat Hormuz

Moskow – Inggris dilaporkan berupaya memperbaiki hubungan dengan Amerika Serikat (AS) yang sempat merenggang pada masa pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer dengan menjajaki kerja sama untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, menurut laporan The Telegraph.

Media tersebut sebelumnya melaporkan bahwa pada Maret lalu Starmer menolak permintaan Presiden AS Donald Trump untuk mengerahkan kapal perang Inggris guna memulihkan keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Penolakan itu disebut menjadi salah satu pemicu memburuknya hubungan kedua negara.

Situasi semakin memanas ketika Trump menyatakan akan mempertimbangkan secara serius menarik AS dari NATO apabila negara-negara anggota aliansi tersebut tidak mendukung operasi militer Washington terhadap Iran.

Dalam perkembangan terbaru, Menteri Pertahanan Inggris John Healey disebut berupaya membangun kembali komunikasi dengan pemerintahan Trump melalui kerja sama menjaga keamanan Selat Hormuz, sekaligus menunjukkan komitmen Inggris untuk memperkuat kemampuan militernya.

Mengutip sumber yang dekat dengan Healey, The Telegraph menyebut Menhan Inggris telah menggelar pembicaraan dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. Keduanya membahas situasi keamanan di Selat Hormuz serta kemungkinan penyelenggaraan konferensi internasional di London guna membentuk koalisi untuk melindungi jalur pelayaran di kawasan tersebut.

Selain isu Hormuz, kedua pejabat juga membahas komitmen Inggris dalam meningkatkan belanja pertahanan sebagai bagian dari kewajibannya di NATO.

Selama ini, Trump berulang kali mengkritik negara-negara Eropa karena dinilai belum memberikan kontribusi memadai terhadap kemampuan pertahanan NATO. Ia bahkan mendesak seluruh anggota meningkatkan belanja pertahanan hingga setara 5 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Kritik serupa juga datang dari internal NATO. The Times pada Februari lalu melaporkan sejumlah pejabat aliansi tidak puas terhadap lambatnya peningkatan anggaran pertahanan Inggris.

Seiring tekanan tersebut, pemerintah Inggris tengah mempertimbangkan bergabung dengan Defence, Security and Resilience Bank (DSRB) atau Bank Pertahanan, Keamanan, dan Ketahanan sebagai sumber pendanaan tambahan untuk memperkuat sektor pertahanan.

Surat kabar The Sun melaporkan Menteri Keuangan Inggris John Healey menyatakan peningkatan investasi di industri pertahanan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. London juga berkomitmen memenuhi target belanja pertahanan yang telah ditetapkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ribuan Penebang Tebu Sambut Mentan Amran, Diajak Dukung Swasembada Gula Nasional.
    Preview komentar:
    swasambada gula juga tidak kalah pentingnya dari swasembada ...
  • Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi yang sering berinteraksi dengan sektor distribusi ...
  • Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
    Preview komentar:
    Membaca ulasan komprehensif ini memberikan perspektif baru yang ...

Rentan terhadap Tekanan - 27 Agustus 2026

1.5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rentan terhadap Tekanan - 2...
Daerah
Wakatobi Disuruh Meniru Pro...
Olahraga
Pantas Menggunduli Indonesi...
Megapolitan
Bogor Lagi, Kasus Kanker Na...
Megapolitan
Bagaimana Ini Pemkot Bogor,...

Tak Naik, Bea Balik Nama Kendaraan di Sulsel

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Naik, Bea Balik Nama Ke...
"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

26 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.