Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dekranas Siapkan Kriyanusa 2026 sebagai Etalase Perajin Nusantara Tembus Pasar Global

29 Jumat, 18 Sep 2026, 18:13 WIB | Oleh:
Dekranas Siapkan Kriyanusa 2026 sebagai Etalase Perajin Nusantara Tembus Pasar Global Dekranas Siapkan Kriyanusa 2026 sebagai Etalase Perajin Nusantara Tembus Pasar Global Doc: ANTARA/Livia Kristianti
Ket. Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Selatan Febrita Lustia Herman Deru, beserta jajaran terkait saat konferensi pers Kriyanusa 2026 di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Jumat (18/9).

JAKARTA - Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) kembali menyiapkan pameran kerajinan Kriyanusa 2026 yang dirancang sebagai etalase bagi para perajin nusantara menampilkan karyanya agar dapat menembus pasar global.

Mengangkat tema "Cipta Kriya Berkelanjutan Perajin Mendunia", acara itu bakal berlangsung mulai 26-30 September 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat dengan melibatkan 257 peserta pameran yang merupakan perajin kriya dari berbagai kota/kabupaten serta 410 booth untuk dieksplorasi oleh pengunjung.

"Negara hadir untuk memastikan perajin kita tidak hanya bertahan tetapi mampu bersaing di pasar global. Untuk itu, melalui Kriyanusa kami ingin menghadirkan ruang inspirasi dan interaksi yang mempertemukan para perajin dengan masyarakat luas, pelaku usaha, dan mitra global," ujar Ketua Bidang Promosi dan Humas Dekranas Indri Angga Prabowo dalam konferensi pers Kriyanusa 2026 di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Jumat.

Adapun beragam produk kriya yang akan ditampilkan dalam pameran itu di antaranya mulai dari batik, tenun, songket, anyaman, keramik, ukiran, hingga ragam kriya modern yang berakar pada tradisi.

Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian menyampaikan bahwa tema yang dipilih pada Kriyanusa 2026 sengaja diangkat karena berkaca dari tren ekspor kerajinan Indonesia yang konsisten menunjukkan tren positif.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Tri mengatakan nilai ekspor kerajinan Indonesia pada 2025 telah mencapai angka Rp20 triliun.

Meski begitu, masih banyak potensi dan ruang bagi perajin nusantara mengenalkan karya buatan tangannya ke pasar global karena luasnya pasar tersebut.

"Kami dari Dewan Kerajinan Nasional ingin membantu daerah-daerah agar juga bersama-sama bisa meningkatkan segala aspek dari produk kerajinan. Baik itu dari daya saing, dari kualitas, mutu, kreativitas, dan lain-lain yang bisa ditingkatkan," kata Tri Tito Karnavian.

Selain pameran produk-produk kerajinan, Kriyanusa 2026 akan menghadirkan beragam kegiatan menarik lainnya seperti lokakarya, talkshow, panggung hiburan, hingga pengalaman kuliner. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Advertisement
Balsa Borong Dua Gol untuk Kemenangan Persib Bandung 2-0 Atas Melbourne Victory

Balsa Borong Dua Gol untuk Kemenangan Persib Bandung 2-0 Atas Melbourne Victory

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.