Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekolah di Yogyakarta Harus Aman dan Nyaman

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 17:43 WIB | Oleh:
Sekolah di Yogyakarta Harus Aman dan Nyaman Doc: ist
Ket. murid harus merasa nyaman

YOGYAKARTA – Sebagai kota pelajar, tak bisa tidak, para pelajar yang bersekolah di Yogyakarta harus aman dan nyaman. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegaskan setiap sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi peserta didik maupun siswa yang belajar di satuan pendidikan tersebut.

"Karena itu, setiap laporan mengenai tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan, kenyamanan dan tumbuh kembang siswa harus ditangani secara serius," kata Kepala Disdikpora DIY Raden Suci Rohmadi di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, seperti dugaan intimidasi terhadap siswa, karena mengunggah ke media sosial terkait dugaan tindakan tidak pantas oleh seorang petugas keamanan (satpam) terhadap seorang siswa pada SMA Negeri di Kabupaten Kulon Progo yang masih didalami.

"Harusnya kita melindungi orang-orang yang memang sudah melaporkan hal-hal yang tidak sesuai. Prinsipnya, kalau memang itu terbukti, kebijakan kita jelas dan tegas bahwa kenyamanan serta keselamatan anak di sekolah menjadi prioritas kami," katanya.

Dia mengaku telah menerima laporan dari sekolah dan Balai Pendidikan Menengah untuk mengklarifikasi dugaan intimidasi siswa, meski begitu dinas juga memastikan tindak lanjut terhadap satpam menjadi bagian dari penanganan kasus.

"Yang bersangkutan sudah diberikan sanksi oleh vendor. Nanti kita tindaklanjuti kembali, apakah memang betul-betul diberhentikan atau yang lainnya," katanya.

Dia mengatakan dalam perkembangannya satpam tersebut sudah tidak bertugas di SMA Negeri itu. Berdasarkan laporan sekolah, satpam yang bersangkutan tidak lagi bertugas mulai 18 September 2026.

Menurut dia, ada dua hal dalam kejadian tersebut, yaitu dugaan tindakan tidak pantas terhadap siswa SMA yang kemudian diakui oleh satpam dan telah ditindaklanjuti, serta dugaan intimidasi terhadap siswa karena mengunggah perilaku satpam itu ke media sosial.

Kendati demikian, kata dia, dugaan intimidasi terhadap siswa yang mengunggah poster itu, Disdikpora belum dapat menyimpulkan apakah benar terjadi intimidasi, termasuk terkait pembuatan video klarifikasi yang disebut melibatkan siswa.

"Saya masih mendalami ada tidaknya intimidasi terhadap siswa yang memviralkan. Besok kepala sekolah saya panggil bersama Balai Dikmen Kulon Progo untuk memberikan keterangan. Meskipun di dalam laporan tidak ada intimidasi," katanya.

Disdikpora DIY tetap akan melakukan klarifikasi untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa berdasarkan fakta dan keterangan pihak-pihak terkait, meski sekolah tidak pernah memberi pernyataan mengintimidasi ataupun mengeluarkan siswa yang mengunggah poster tersebut.

"Apakah membuat video itu memang diminta, diintimidasi untuk membuat video klarifikasi atau tidak, itu nanti yang kami simpulkan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Advertisement
Bandel Banget! Tanam Ganja Pakai Pot di Tasikmalaya, 2 Pemuda Dicokok Polisi

Bandel Banget! Tanam Ganja Pakai Pot di Tasikmalaya, 2 Pemuda Dicokok Polisi

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.