Rawat Ekosistem Pesisir, Ribuan Bibit Mangrove Ditanam di Kawasan Tahura Ngurah Rai
📅 Minggu, 26 Jul 2026, 19:28 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – PT PLN Indonesia Power bersama pemerintah dan sejumlah pemangku kepentingan memperkuat upaya pelestarian ekosistem pesisir melalui penanaman 15.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata di Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Bali, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026 tersebut diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan didukung Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali.
Penanaman mangrove menjadi bagian dari kolaborasi antara Pemerintah Republik Indonesia, PLN Group, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat pelestarian ekosistem mangrove sekaligus mendorong pengembangan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Upaya tersebut tidak hanya diarahkan pada rehabilitasi lingkungan, tetapi juga mencakup pemberdayaan nelayan dan kelompok perempuan yang berada di sekitar kawasan mangrove.
Ekowisata Mangrove Batu Lumbang yang memiliki luas 1.373,5 hektare merupakan salah satu kawasan yang mendapatkan pendampingan dari PLN Indonesia Power melalui Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bersama Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Guna Batu Lumbang, kawasan tersebut dikembangkan melalui program rehabilitasi mangrove yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat pesisir.
Program yang dijalankan mencakup pembibitan, penanaman, dan perawatan mangrove. Selain itu, terdapat pengembangan ekowisata berbasis digital, edukasi lingkungan, serta pemanfaatan hasil hutan bukan kayu yang melibatkan nelayan dan kelompok perempuan.
Berbagai program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan menjadikan Batu Lumbang sebagai salah satu pusat pembelajaran konservasi mangrove berbasis masyarakat di Bali. Kawasan tersebut menunjukkan bahwa upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ekowisata Mangrove Batu Lumbang juga menjadi salah satu kawasan konservasi mangrove penting di Indonesia. Kawasan ini memiliki koleksi mangrove yang tergolong lengkap di Bali, dengan 18 jenis mangrove asli dan 15 jenis mangrove asosiasi.
Selain menjadi habitat bagi berbagai flora dan fauna pesisir, keberadaan mangrove di kawasan tersebut berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi wilayah pesisir dari abrasi, serta membantu menyerap karbon.
Meski demikian, upaya konservasi mangrove di Batu Lumbang masih menghadapi berbagai tantangan. Sampah yang terbawa aliran sungai ke kawasan mangrove, tekanan terhadap ekosistem pesisir, serta perlunya meningkatkan kesadaran masyarakat menjadi sejumlah persoalan yang perlu ditangani secara bersama-sama.
Karena itu, konservasi mangrove dinilai membutuhkan sinergi lintas sektor. Upaya pelestarian tidak cukup hanya dengan melakukan penanaman, tetapi juga harus disertai pengelolaan kawasan secara berkelanjutan agar memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PT PLN Indonesia Power, Ridho Hutomo, mengatakan keberhasilan konservasi mangrove sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dalam mengelola kawasan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!