Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program Sekolah Gratis di Raja Ampat Tetap Berlanjut di 2026

📅 Minggu, 26 Jul 2026, 14:05 WIB | Oleh:
Program Sekolah Gratis di Raja Ampat Tetap Berlanjut di 2026 Doc: antara foto
Ket. Bupati Raja Ampat, Orideko Burdam di Sorong, Minggu (26/7).

SORONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat, Papua Barat Daya memastikan program sekolah gratis di wilayah itu masih tetap berlanjut pada 2026. Hal itu sebagai komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan bagi seluruh masyarakat.

Bupati Raja Ampat, Orideko Burdam di Sorong, Minggu (26/7), mengatakan program sekolah gratis menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah yang tertuang dalam visi dan misi pembangunan daerah, berdampingan dengan program layanan kesehatan gratis.

"Program prioritas kami adalah pendidikan gratis dan kesehatan gratis. Sekolah gratis ini tetap berlanjut selama kami masih dipercaya memimpin," katanya.

Ia menjelaskan program tersebut mencakup seluruh jenjang pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan (SMA/SMK).

Menurut dia, pemerintah daerah mengalokasikan tambahan anggaran melalui bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) untuk melengkapi bantuan operasional sekolah (Bos) dari pemerintah pusat.

"Bosda kami sesuaikan dengan jumlah siswa di masing-masing sekolah agar tidak ada lagi pungutan yang membebani orang tua, termasuk biaya-biaya yang selama ini ditarik sekolah," ujarnya.

Selain memberikan Bosda, Pemkab Raja Ampat juga menanggung biaya seragam bagi peserta didik baru jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK sebagai bagian dari implementasi program sekolah gratis.

Orideko menegaskan program tersebut berlaku bagi seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, tanpa membedakan status penyelenggara pendidikan.

"Negeri dan swasta tanpa terkecuali. Kalau masih ada kendala di sekolah swasta, kami minta Dinas Pendidikan menelusuri dan menyelesaikannya sehingga program sekolah gratis benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan kebijakan itu diambil untuk meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memastikan tidak ada anak usia sekolah yang terhambat memperoleh pendidikan karena keterbatasan biaya.

Selain sekolah gratis, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat juga mengalokasikan anggaran untuk program beasiswa bagi mahasiswa sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Menurut Orideko, pemerintah daerah akan terus mengevaluasi kebutuhan pendidikan masyarakat, termasuk minat lulusan untuk melanjutkan pendidikan tinggi, sehingga program bantuan pendidikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat.

Ia berharap kebijakan sekolah gratis dan pemberian beasiswa dapat meningkatkan angka partisipasi sekolah, menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Raja Ampat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Rupiah Masih Rentan - 18 September 2026

1.5 jam yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 18 Se...
Advertisement
Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.