Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pria di Jayapura Terancam 15 Tahun Penjara Gara-gara Jual Burung Dilindungi lewat Medsos

📅 Minggu, 26 Jul 2026, 14:30 WIB | Oleh:
Pria di Jayapura Terancam 15 Tahun Penjara Gara-gara Jual Burung Dilindungi lewat Medsos Doc: Gakkum Kehutanan

JAKARTA – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkap dugaan perdagangan satwa liar dilindungi melalui media sosial Facebook di Kota Jayapura, Papua. Dalam operasinya, petugas mengamankan seorang pria berinisial MH (35) beserta tujuh ekor burung dilindungi yang diduga hendak diperjualbelikan.

Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkum Kehutanan) menyita lima ekor burung yakni berjenis Kasturi Kepala Hitam, Nuri Bayan, Kakatua Koki, serta empat sangkar yang digunakan untuk menyimpan satwa tersebut.

Kasus ini terungkap setelah Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Maluku dan Papua melakukan patroli siber. Dan menemukan dugaan penawaran burung dilindungi melalui Facebook.

“Hasil penelusuran membawa tim ke kediaman MH di kawasan Entrop, Kota Jayapura. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan bersama Korwas PPNS Polda Papua dan aparat setempat,” kata Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, lewat keterangannya, Minggu (27/7).

Dwi mengatakan perdagangan satwa liar kini semakin memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pembeli. Sehingga penegakan hukum juga harus mengikuti perkembangan modus pelaku.

“Karena itu, penegakan hukum juga harus semakin adaptif melalui penguatan pengawasan. Kemudian pemanfaatan informasi digital, dan kolaborasi lintas lembaga,” ujar dia.

Sementara, Kepala Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Maluku dan Papua, Fredrik E Tumbel, mengatakan penyidik masih mendalami kasus tersebut. “Karena masih akan mengungkap kemungkinan adanya jaringan perdagangan satwa liar di balik penjualan melalui media sosial,” ucap dia.

Atas perbuatannya, MH disangkakan melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Tersangka terancam hukuman penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun, serta denda hingga Rp5 miliar. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Ekonomi
Mulai 25 Oktober, UMKM Dapa...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.