Beban Berat Juergen Klopp Bangkitkan Timnas Jerman
📅 Minggu, 26 Jul 2026, 06:45 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
FOXBOROUGH - Beban berat tampaknya kini tengah menggelayuti pundak Juergen Klopp. Mantan pelatih Liverpool itu diharapkan oleh publik Jerman untuk mengangkat kembali keperkasaan Der Panzer.
Hasil memalukan harus diterima Timnas Jerman pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Boston Stadium, Foxborough, pada 30 Juni lalu.
Kala itu, sang kapten, Joshua Kimmich, menghampiri rekan-rekan setimnya untuk mempertanyakan siapa yang akan menjadi penendang keenam dalam adu penalti melawan timnas Paraguay.
Dari barisan pemain yang berderet, Kimmich berharap Leon Goretzka akan mengambil satu langkah ke depan, bersiap menendang bola untuk menaklukkan penjaga gawang Paraguay, Orlando Gill.
Namun, harapan Kimmich bertepuk sebelah tangan. Goretzka, yang notabene merupakan salah satu pemain senior di skuad Jerman, tidak mengambil langkah tersebut.
Justru Jonathan Tah yang maju mengambil langkah berani. Padahal, ia bukan salah satu eksekutor yang telah ditunjuk dalam adu penalti kubu Jerman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tah pun gagal menaklukkan Orlando Gill. Tendangannya melambung di atas gawang. Jerman dipastikan pulang lebih awal dari Piala Dunia 2026 setelah disingkirkan Paraguay melalui adu penalti dengan skor 3-4, seusai kedua tim bermain imbang 1-1 dalam waktu normal.
Bagi sepak bola Jerman, kekalahan ini bukan sekadar hasil buruk. Momen tersebut menjadi gambaran kecil tentang krisis mentalitas yang begitu parah di tubuh tim.
Di panggung sebesar Piala Dunia, Jerman bukan lagi tim yang dikenal garang. Setelah terakhir kali menjadi juara dunia pada 2014, pencapaian terbaik Jerman hanya lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Dalam dua edisi sebelumnya, mereka bahkan terhenti di fase grup.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kegagalan Jerman di Piala Dunia kembali memunculkan narasi lama tentang perlunya perombakan sistem agar tim kembali kompetitif. Perombakan tersebut hampir selalu dimulai dari pergantian pelatih kepala.
Joachim Loew, yang membawa Jerman mengangkat trofi Piala Dunia 2014 tetapi gagal membawa tim lolos dari fase grup Piala Dunia 2018, kemudian mundur dari kursi kepelatihan.
Korban berikutnya adalah Hansi Flick. Mantan pelatih Bayern Muenchen itu bernasib sial karena tidak mampu membawa Jerman lolos dari fase grup Piala Dunia 2022. Flick, yang merupakan mantan asisten Joachim Loew pada Piala Dunia 2014, kemudian dicopot dari kursi kepelatihan.
Korban terbaru adalah Julian Nagelsmann. Setelah hanya mampu mengantar Joshua Kimmich dan kawan-kawan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026, Nagelsmann memutuskan mundur dari kursi kepelatihan.
Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) selalu melakukan restrukturisasi tim kepelatihan setiap kali Jerman menemui kegagalan di Piala Dunia.
Terbaru, setelah kehilangan Nagelsmann, DFB langsung membidik mantan pelatih Liverpool, Juergen Klopp.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!