Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Percepat Atasi Sampah Jakarta, Pemprov DKI Dikejar untuk Kreatif Cari Sumber Pendanaan

📅 Kamis, 23 Jul 2026, 17:31 WIB | Oleh:
Percepat Atasi Sampah Jakarta, Pemprov DKI Dikejar untuk Kreatif Cari Sumber Pendanaan Doc: ANTARA/HO-DLH DKI
Ket. Ilustrasi petugas saat mengecek kendaraan pengangkut sampah di depan RDF Plant Rorotan Jakarta.

JAKARTA - Komisi D DPRD DKI Jakarta meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan inovasi untuk mempercepat penanganan sampah, termasuk lewat pendanaan kreatif (creative financing) yang tidak membebani APBD.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menilai Pemprov DKI juga perlu memperkuat kolaborasi dengan pihak swasta atau investor.

"Dalam setiap rapat kerja kami selalu mendorong Pemprov DKI Jakarta, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, untuk memperkuat kerja sama dengan pihak ketiga," katanya dalam keterangan di Jakarta, Kamis (23/7).

Menurut Yuke, potensi investasi hijau di Jakarta sangat besar. Ia juga menyebut saat ini banyak pihak ketiga dan investor yang berpengalaman di bidang pengelolaan sampah.

Namun, pemerintah masih perlu memperkuat business matching (temu bisnis) agar lebih banyak investor terlibat dalam proyek pengelolaan sampah.

"Business to business maupun government to business harus lebih digalakkan. Mudah-mudahan nanti ada investor yang mau bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta," katanya.

Yuke mengingatkan penanganan sampah mendesak untuk dipercepat, terlebih sistem open dumping di TPST Bantargebang akan dihentikan. Karena itu, percepatan pembangunan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern perlu percepatan.

"Penerapan sanitary landfill dan sistem pengelolaan lainnya membutuhkan biaya yang cukup besar dan harus segera dilaksanakan," kata Yuke.

Sebelumnya, Gubernur Pramono Anung menyampaikan Pemprov DKI telah menginisiasi berbagai pembahasan mengenai investasi hijau sebagai bagian dari percepatan pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Pemprov DKI juga memfasilitasi 13 potensi kerja sama investasi dengan calon investor, termasuk memberikan pendampingan kepada 251 perusahaan dalam menyelesaikan berbagai kendala investasi.

Di sisi lain, Pemprov DKI juga mulai menghentikan praktik open dumping secara bertahap di TPST Bantargebang, Kota Bekasi. Tahap awal dilakukan dengan menutup dua zona aktif pembuangan sampah sebagai bagian dari penerapan sistem "controlled landfill".

Penerapan "controlled landfill" mulai dijalankan pada Jumat (17/7). Tim Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST) lebih dulu memasang media penutup di area atas Zona 2 TPST Bantargebang. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Nasional
Bulog Capai Rekor Pengadaan...
Advertisement
Event Jakarta Akhir Pekan 10-11 Oktober: Ada Avenged Sevenfold hingga Victoria Run

Event Jakarta Akhir Pekan 10-11 Oktober: Ada Avenged Sevenfold hingga Victoria Run

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.