Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Timah Jadi Produk Awal ICOMEX, Babak Baru Perdagangan Mineral RI

27 Selasa, 15 Sep 2026, 22:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Timah Jadi Produk Awal ICOMEX, Babak Baru Perdagangan Mineral RI Timah Jadi Produk Awal ICOMEX, Babak Baru Perdagangan Mineral RI Doc: ANTARA FOTO/ MAHA EKA SWASTA
Ket. Ilustrasi - Pekerja menata timah menjadi tupukan seberat sekitar 1000 kg di pabrik PT Timah (Persero) Tbk di Mentok, Bangka.

JAKARTA – Timah menjadi produk pertama yang akan diperdagangkan dalam bursa mineral dan komoditas strategis (BMKS) atau ICOMEX, karena dinilai lebih siap.

Adapun perdagangan bursa mineral dan komoditas strategis melalui entitas ICOMEX ditargetkan pertama kali beroperasi pada 4 Januari 2027.

Kepala Eksekutif Pengawas BMKS Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sarjito dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, di Jakarta, Selasa (15/9), menjelaskan timah dipilih sebagai komoditas pertama karena telah lama diperdagangkan di Jakarta Futures Exchange (JFX), meskipun partisipasinya masih terbatas.

Dengan keterlibatan pemerintah melalui MIND ID serta dorongan pemerintah untuk meningkatkan perdagangan timah melalui bursa, ia mengatakan bahwa perdagangan komoditas tersebut diharapkan akan menjadi lebih transparan.

“Tentu ini adalah sesuatu yang sangat bagus, sehingga mendorong transparansi untuk perdagangan, baik transparansi di bursa pada awal-awal maupun B2B yang nanti reporting system-nya,” kata Sarjito.

Ia menilai upaya mendorong perdagangan timah melalui bursa juga diharapkan dapat mendukung terbentuknya likuiditas. Selain itu, permintaan dari industri domestik dinilai akan memberikan dampak positif terhadap pengembangan bursa mineral dan komoditas strategis.

“Dan ini juga mendorong hilirisasi dan industrialisasi serta mengoptimalkan juga smelter sampai misalnya nikel mungkin diproses di dalam negeri sampai menjadi baterai mobil listrik dan sebagainya,” ujar Sarjito pula.

Dia juga menjelaskan, rincian mineral dan komoditas strategis yang akan diperdagangkan, termasuk derivatifnya, akan tertuang dalam peraturan presiden (perpres). Dalam hal ini, OJK telah menyiapkan dan mengusulkan daftar komoditas tersebut dalam penyusunan ketentuan BMKS.

“Dan ada ketentuan lainnya, sehingga fleksibel untuk ditambahkan pada saat kita menganggap bahwa itu (tambahan komoditas yang diperdagangkan melalui BMKS) akan menjadi komoditas strategis ataupun mineral lainnya,” kata Sarjito.

Ketika ditanya wartawan dalam wawancara cegat (doorstop) mengenai peran MIND ID Group dalam BMKS, Sarjito menyebut MIND ID memberikan dukungan terhadap pengembangan bursa tersebut.

“Sangat suportif, karena MIND ID kan government dan mereka yang menjadi suporter utama agar member-member mereka itu bisa melakukan perdagangan di bursa mineral dan komoditas,” kata dia.

Ketika ditanya mengenai dampak transparansi data terhadap kinerja emiten, ia juga meyakini kehadiran BMKS nantinya turut meningkatkan transparansi dan keterbukaan informasi melalui sistem pelaporan perdagangan.

“Pasti, dong (kehadiran BMKS mendukung transparansi emiten). Makanya dengan adanya bursa mineral dan komoditas strategis ini, nanti hal-hal lain itu akan menjadi menyesuaikan. Yang tadinya tidak kelihatan, jadi kelihatan (lebih terbuka informasinya),” kata Sarjito.

Bursa mineral dan komoditas strategis (BMKS) yang bernama ICOMEX rencananya diluncurkan pada 17 September 2026. Bersamaan dengan itu, dua RPOJK terkait BMKS juga ditargetkan dapat diundangkan.

Kedua aturan tersebut, yakni RPOJK tentang Penahapan Peralihan Tugas dan Wewenang Pengaturan dan Pengawasan Transaksi pada Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, serta RPOJK tentang Penyelenggaraan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...

Iran Jinakkan Inflasi untuk Redam Sanksi AS

47 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Iran Jinakkan Inflasi untuk...
Megapolitan
Operasi Patuh Jaya Bidik Pe...

Petugas SPBU Bintaro Dipecat, Masih Adakah SPBU yang Jujur?

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Petugas SPBU Bintaro Dipeca...
Advertisement
Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

26 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.