Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bye-Bye BBM Impor, Sembilan Desa Terpencil di Maluku Bakal Diterangi Listrik Tenaga Surya

📅 Selasa, 15 Sep 2026, 20:32 WIB | Oleh:
Bye-Bye BBM Impor, Sembilan Desa Terpencil di Maluku Bakal Diterangi Listrik Tenaga Surya Doc: ANTARA/Andri Saputra
Ket. Dua orang anak membersihkan rumput di sekitar panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang rusak di Kelurahan Foramadiahi, Kota Ternate, Maluku Utara, Sabtu (15/7).

AMBON - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpadu berkapasitas total 1.270,5 kilowatt peak (kWp) di sembilan titik desa terpencil Provinsi Maluku melalui Program Pembangunan Infrastruktur Energi Baru Terbarukan (EBT) APBN Tahun Anggaran 2026. 

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Prof Eniya Listiani Dewi di Ambon, Selasa mengatakan pengembangan PLTS terpadu di Maluku mencakup total kapasitas sebesar 1.270,5 kilowatt peak (kWp).

"Bauran energi baru dan terbarukan secara nasional saat ini telah mencapai sekitar 18,3 persen. Namun, pemerintah masih menghadapi tantangan karena sejumlah pulau kecil masih bergantung pada bahan bakar minyak (BBM) sebagai sumber energi pembangkit listrik," kata dia, Selasa (15/9).

Langkah strategis ini dilakukan untuk memperluas akses energi bersih serta memperkuat ketahanan energi masyarakat di kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) wilayah kepulauan.

Ia melanjutkan, berdasarkan data Kementerian ESDM, pembangunan sembilan unit PLTS Terpadu di Maluku tersebar di sejumlah kecamatan dan desa terpencil di Kabupaten Kepulauan Aru dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (Wuar Labobar).

Sembilan lokasi pembangunan tersebut meliputi Desa Warialau di Kecamatan Aru Utara dengan kapasitas 161,7 kWp (180 KK), Desa Jambu Air di Aru Tengah Selatan sebesar 138,6 kWp (138 KK), dan Desa Warabal di Aru Tengah Selatan sebesar 138,6 kWp (138 KK).

Selanjutnya, Desa Lola di Aru Tengah Timur dengan kapasitas 77 kWp (65 KK), Desa Karawai di Aru Tengah Timur sebesar 107,8 kWp (97 KK), Desa Labobar di Wuar Labobar sebesar 184,8 kWp (205 KK), Desa Romnus di Wuar Labobar sebesar 138,6 kWp (139 KK), Desa Lingada di Wuar Labobar sebesar 138,6 kWp (143 KK), serta Desa Nurkat di Wuar Labobar sebesar 184,8 kWp (198 KK).

Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong pengoptimalan sumber energi lokal yang disesuaikan dengan karakteristik dan potensi geografis masing-masing daerah. Untuk wilayah Indonesia Timur, energi surya dan angin dinilai menjadi pilihan paling potensial untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

"Kombinasi berbagai sumber energi ini mungkin dapat kita manfaatkan. Ketika di suatu daerah sumber airnya terbatas, kita dapat memaksimalkan pembangkit listrik tenaga surya ataupun pembangkit listrik tenaga angin," ujarnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan EBT lokal sangat krusial bagi daerah kepulauan untuk menekan biaya logistik BBM yang relatif tinggi serta meminimalisasi ketergantungan pada rantai pasok energi fosil luar daerah.

Secara nasional, program PLTS Terpadu wilayah 3T pada TA 2026 menargetkan sebanyak 39 unit pembangkit dengan total kapasitas 5.189,8 kWp, memakan anggaran sebesar Rp450,21 miliar untuk melayani 4.708 rumah tangga. Selain Maluku, program ini menyasar wilayah lain seperti NTT, Papua Barat, Papua, dan Papua Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Luar Negeri
Russia Kebal Krisis Pangan ...
Luar Negeri
Brasil dan AS Bakal Kembali...
Advertisement
Bebas dari Jalur Neraka, Jalan Parung Panjang Rampung Diperbaiki, Truk ODOL Dilarang Melintas!

Bebas dari Jalur Neraka, Jalan Parung Panjang Rampung Diperbaiki, Truk ODOL Dilarang Melintas!

15 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.