Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada Loker Palsu! Pemkot Jakbar Minta Warga Langsung Lapor Jika Menemukannya

📅 Rabu, 23 Sep 2026, 00:12 WIB | Oleh:
Waspada Loker Palsu! Pemkot Jakbar Minta Warga Langsung Lapor Jika Menemukannya Doc: Antara foto
Ket. Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Sudin Nakertransgi) Jakarta Barat, Faradisa Saforda Basuni memberikan keterangan kepada wartawan dalam bursa kerja di Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (22/9).

JAKARTA - Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Sudin Nakertransgi) Pemerintah Kota Jakarta Barat, Faradisa Saforda Basuni mengimbau warga agar segera melapor kepadabpihaknya di lantai enam Gedung Blok B kantor Wali Kota.

Imbauan itu dilayangkan menyusul sejumlah laporan viral terkait lowongan kerja palsu di wilayah Jakarta, salah satunya di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

"Kalau misalnya mereka mau ngadu, langsung ngadu ke Sudinaker di lantai 6," kata Faradisa kepada wartawan dalam bursa kerja di Cengkareng, Selasa.

Faradisa pun meminta agar pelamar memastikan legalitas lowongan kerja sebelum memasukkan lamaran serta memenuhi syarat-syaratnya.

"Lihat dulu mereka, apakah mereka itu terdata, resmi atau apa," kata dia.

Ia mengatakan, laporan lowongan kerja palsu akan ditindaklanjuti sesuai koridor Sudin Nakertransgi.

"Nanti akan ditindaklanjuti oleh Sudinaker gitu. Pokoknya seperti dengan tugas kita, porsi kita, kita langsung tindaklanjuti," tutur Faridisa.

Sebelumnya, Kepolisian menyelidiki sebuah perusahaan yang diduga membuka lowongan kerja (loker) palsu lantaran calon pelamar diwajibkan membayar sejumlah uang sebelum diterima bekerja di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

"Kan ada dua WA (aduan). Yang pertama, itu PT-nya tidak terdaftar. Nah, saat ini PT yang utamanya, yang Sancara itu, sedang kami dalami, lagi pemeriksaan," kata Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam dalam konferensi pers di Mapolsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu.

Dia mengatakan polisi telah berkomunikasi dengan Online Single Submission (OSS) dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi. Selain itu, dia juga memastikan perusahaan yang bergerak di bidang outsourcing berbeda dengan perkara yang terjadi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Menurut dia, korban yang sudah mengadukan kejadian itu ada dua orang. Mereka sama-sama dimintai sejumlah uang sebelum keluar kantor.

"Untuk korbannya saat ini, sejauh ini, sudah ada dua, tapi baru satu yang datang untuk diperiksa, mintanya itu Rp1,6 juta. Jika tidak diberikan uang Rp1,6 juta, tidak boleh keluar dari kantor tersebut," ungkap Seala.

Setelah menerima laporan tersebut, kata dia, polisi langsung bergerak mengecek lokasi yang dimaksud. Saat ini, kantor tersebut diketahui sudah tidak beroperasi.

"Jadi, semenjak viral, kami langsung mendatangi kantor tersebut, nah, langsung. Saat ini, kantor tutup. Bisa dicek langsung ke Bungur, kan, dekat," ujar Seala.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Masuk Rumah Sa...
Advertisement
KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.