Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akurasi DTSEN Banyak Dikeluhkan, Warek UTM Desak Perbaikan Demi Selamatkan Hak Orang Miskin

3 Selasa, 22 Sep 2026, 18:29 WIB | Oleh:
Akurasi DTSEN Banyak Dikeluhkan, Warek UTM Desak Perbaikan Demi Selamatkan Hak Orang Miskin Akurasi DTSEN Banyak Dikeluhkan, Warek UTM Desak Perbaikan Demi Selamatkan Hak Orang Miskin Doc: Koran Jakarta/ Selocahyo
Ket. Ilustrasi. Warga miskin berebut bantuan. Ketidaktepatan desil dapat membuat warga yang seharusnya menerima bantuan justru tidak masuk dalam daftar, sementara mereka yang dinilai mampu masih tercatat sebagai penerima.

SURABAYA - Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) telah dijadikan sebagai dasar profil ekonomi warga dan dijadikan sebagai acuan nasional untuk penentuan masyarakat miskin, penentuan bantuan bagi masyarakat yang layak dibantu dan tidak. 

Namun menurut pengamatan Wakil Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Surokim, sejauh ini DTSEN masih ditemukan banyak yang tidak akurat. Akibatnya, banyak hak warga miskin yang mulai terabaikan dan menimbulkan keresahan di tingkat bawah.

"Bahkan banyak yang terbolak-balik, harusnya desil 1 menjadi desil diatas 5, dan juga sebaliknya," ujarnya lewat sebuah pernyataan. 

"Untuk jangka pendek, kami berharap pemerintah responsif agar data DTSEN dan desil ini tidak dijadikan satu-satunya dasar penentuan warga miskin. Sebab desil yang muncul banyak tidak berdasar data akurat dan perlu perbaikan."

Menurut pengamat politik dan kebijakan publik ini, hal tersebut perlu mendapat perhatian serius karena memiliki dampak yang kompleks. Tidak saja untuk bantuan bansos, tetapi juga hak mendapat beasiswa pendidikan  seperti beasiswa KIP dan lainnya.  

Surokim mengatakan, pemerintah harus responsif dan segera mengambil tindak lanjut, tidak menjadikan DTSEN sebagai satu-satunya penentuan KIP karena banyak data yang tidal akurat dan perlu perbaikan untuk dijadikan sebagai salah satu penentuan warga miskin termasuk KIP

"Kami juga kaget banyak pejabat yang masuk desil 1 di DTSEN, jadi heran bagaimana pendataan ini dilakukan serius apa tidak, ini jadi pertanyaan," ungkapnya. 

Dia menegaskan, problem pendataan ini selalu problematik dan butuh keseriusan semua pihak agar bisa mengoreksi data data nasional tersebut sehingga akurat dan lebih presisi.

"Banyak mahasiswa menangis gara-gara desil ini karena KIPK nya gagal."

"Jangan main main dengan data warga miskin, itu amanat konstitusi yg harus dijalankan sungguh-sungguh dan serius," tutupnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Prioritaskan Persija, Pramo...
Megapolitan
PT MRT Jakarta Mengonfirmas...
Megapolitan
Udara Jakarta Memburuk! Sel...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.