Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kabakaran Hutan Tak Terkendali, Trump Kritik Kanada

📅 Sabtu, 18 Jul 2026, 09:19 WIB | Oleh:
Kabakaran Hutan Tak Terkendali, Trump Kritik Kanada Doc: AP
Ket. Gedung Capitol di Washington DC terlihat di tengah kepulan asap kebakaran hutan yang menyelimuti langit, Jumat, 17 Juli 2026.

NEW YORK — Jutaan orang di wilayah Great Lakes, Northeast, dan Mid-Atlantic kembali menghadapi hari yang suram dengan kualitas udara yang tidak sehat akibat kebakaran hutan yang tak terkendali pada hari Jumat (17/7).

Ratusan kebakaran hutan melanda Kanada, termasuk sekitar 190 kasus kebakaran di Ontario utara, kata Perdana Menteri Doug Ford dalam konferensi pers. Kobaran api menghancurkan komunitas First Nation Namaygoosisagagun, dan 10 komunitas di Ontario utara telah dievakuasi atau sedang dievakuasi, dengan kemungkinan evakuasi lebih lanjut.

Meningkatnya kebakaran di hutan-hutan luas Kanada sebagian besar disebabkan oleh perubahan iklim.

Menanggapi asap tersebut, Presiden AS Donald Trump membuat unggahan di media sosial pada hari Jumat yang menyalahkan Kanada atas pengelolaan hutannya dan mengancam akan mengenakan tarif tambahan pada Kanada.

Pemerintah Kanada awalnya tidak menanggapi pertanyaan tentang komentar Trump.

Ketika ditanya tentang kritik seorang anggota parlemen Michigan mengenai asap tersebut, Ford mencatat bahwa Kanada telah membantu AS memerangi kebakaran di masa lalu.

“Jika ada beberapa politisi di luar sana yang terus berceloteh, mungkin yang seharusnya Anda lakukan daripada mengeluh adalah mengirimkan dukungan, mengirimkan bantuan, karena kami telah melakukan hal yang sama persis untuk teman-teman Amerika kami dan itulah yang seharusnya Anda lakukan,” kata Ford.

Mengutip laporan Associated Press, asap tebal menyelimuti ibu kota Washington DC, dan mendorong tim bisbol Major League Baseball, Cleveland Guardians, untuk menunda pertandingan melawan Pittsburgh Pirates di Ohio.

Peringatan kondisi berbahaya diperkirakan akan tetap berlaku hingga Sabtu di sebagian besar wilayah AS, meskipun ada potensi perbaikan sementara dengan perkiraan badai di beberapa daerah yang terdampak selama akhir pekan.

Warga DC, Stewart Verdery, bangun pada hari Jumat untuk menikmati pemandangan matahari terbit seperti biasanya dari atap Gedung yang memperlihatkan landmark terkenal kota itu, namun yang didapatnya hanyalah cakrawala yang gelap dan tidak ada monumen yang terlihat.

“Sungguh gila bangun saat matahari terbit dan tidak melihat matahari padahal tidak hujan,” katanya lewat telepon setelah mengunggah video pemendangan surreal itu di X. “Dan baunya seperti seseorang sedang mengadakan pesta barbekyu terbesar di dunia.”

Belum Ada Tanda-tanda akan berakhir

Mungkin akan ada sedikit penurunan intensitas asap di beberapa titik, seperti akhir pekan ini, tetapi kondisi berasap tidak akan hilang dalam waktu dekat karena kebakaran terus berkobar tanpa terkendali, demikian peringatan Bob Oravec, seorang peramal cuaca utama di National Weather Service yang berbasis di Maryland.

Kebakaran hutan melanda wilayah Ontario di Kanada serta Boundary Waters Canoe Area Wilderness di Minnesota, yang telah ditutup oleh pejabat AS saat berupaya memadamkan api.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kemenbud: Indeks Pembanguna...
Luar Negeri
Kabakaran Hutan Tak Terkend...
Rona
Google Ubah Nama NotebookLM...
Gempa Bumi Kuat M7,3 Mengguncang Perbatasan Meksiko-Guatemala

Gempa Bumi Kuat M7,3 Mengguncang Perbatasan Meksiko-Guatemala

18 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.