Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Pusat Latihan Baru Jadi Harapan Masa Depan Sepak Bola AS Usai Kegagalan di Piala Dunia 2026

📅 Jumat, 17 Jul 2026, 00:15 WIB | Oleh:

Seluruh 27 tim nasional Amerika Serikat, mulai dari kelompok umur hingga tim senior putra dan putri, akan menggunakan fasilitas tersebut.

Namun Norton menegaskan bahwa pusat latihan ini tidak hanya diperuntukkan bagi tim nasional.

"Kami tidak ingin membatasi siapa yang bisa menggunakan fasilitas ini. Kami ingin dunia sepak bola datang ke sini dan berkembang bersama. Pintu kami terbuka untuk seluruh komunitas sepak bola."

Pelatih Timnas Putri Amerika Serikat U-20, Vicky Jepson, bahkan menyebut fasilitas tersebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

Menurut pelatih asal Inggris itu, kompleks latihan di Fayetteville jauh melampaui St George's Park, pusat pelatihan tim nasional Inggris yang selama ini dianggap sebagai salah satu fasilitas terbaik di Eropa. "Ini adalah benteng kami, ini rumah kami. Luar biasa bisa memiliki tempat seperti ini."

Tim U-20 putri Amerika dan Inggris menjadi tim pertama yang memainkan pertandingan resmi di lapangan utama kompleks tersebut, yang berakhir dengan skor imbang 1-1.

Chief Operating Officer U.S. Soccer, Dan Helfrich, berharap Piala Dunia 2026 meninggalkan warisan yang jauh lebih besar daripada sekadar kenangan menjadi tuan rumah.

Menurutnya, keberadaan tim nasional senior yang berlatih di Fayetteville sebelum menjalani pertandingan di Pantai Barat memberikan dampak besar bagi masyarakat sekitar. "Piala Dunia menciptakan aspirasi dan ambisi baru bagi olahraga ini di negara kami."

Ia yakin banyak anak-anak berusia enam hingga sepuluh tahun yang terinspirasi untuk mulai bermain sepak bola atau memiliki mimpi lebih besar setelah menyaksikan langsung kedekatan tim nasional dengan komunitas. "Kami percaya banyak anak yang kini memiliki motivasi baru untuk bermain dan mengejar karier di sepak bola."

Meski memiliki fasilitas kelas dunia, U.S. Soccer masih menghadapi persoalan mendasar yang terus menjadi perdebatan di Amerika Serikat, yakni sistem pay-to-play.

Dalam sistem tersebut, pemain muda dan keluarganya harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengikuti akademi atau kompetisi elite.

Banyak pengamat menilai model tersebut membuat sejumlah talenta potensial dari keluarga kurang mampu gagal mendapatkan kesempatan berkembang.

Karena itu, sejumlah pihak menilai pembangunan fasilitas megah saja belum cukup untuk mengubah wajah sepak bola Amerika.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
PDB Tiongkok Tetap Tumbuh P...
Megapolitan
Polusi Udara Jakarta Tembus...

KONI: Kejurnas Gateball 2026 Resmi Dibuka

42 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
KONI: Kejurnas Gateball 202...

BMKG Waspadai Munculnya Siklon Tropis Champi

47 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG Waspadai Munculnya Sik...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.