Bukan F-35, Pilot Elite TOPGUN Ungkap Jet Tempur Favoritnya
📅 Kamis, 16 Jul 2026, 00:02 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SWASHINGTON – David “Chip” Berke bukan pilot tempur biasa. Selama 23 tahun berkarier di Korps Marinir Amerika Serikat, ia pernah menerbangkan sederet jet tempur paling terkenal di dunia, mulai dari F-16 Fighting Falcon, F/A-18 Hornet, F-35 Lightning II, hingga F-22 Raptor.
Daro Slash Gear, namun, ketika diminta memilih satu pesawat yang paling berkesan untuk diterbangkan, jawabannya ternyata bukan F-35.
Pilihan Berke jatuh pada F-22 Raptor.
Berke merupakan lulusan program elite Navy Fighter Weapons School yang dikenal luas sebagai TOPGUN. Program ini merupakan sekolah taktik tempur udara tingkat lanjut milik Angkatan Laut AS yang melatih pilot dan awak pesawat terpilih dalam teknik pertempuran udara, taktik, dan penggunaan sistem persenjataan. Para lulusannya kemudian diharapkan membawa pengetahuan tersebut kembali ke unit masing-masing untuk meningkatkan kemampuan pilot lain.
Nama TOPGUN semakin mendunia berkat film Top Gun yang dibintangi Tom Cruise. Namun, jauh sebelum menjadi ikon budaya populer Hollywood, TOPGUN merupakan program pelatihan nyata yang dibentuk pada 1969 untuk meningkatkan kemampuan tempur udara para penerbang Angkatan Laut AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berke tidak hanya lulus dari program tersebut, tetapi juga pernah menjadi instruktur. Ia kemudian menjalani operasi tempur dengan menerbangkan F/A-18 Hornet di atas Irak dan Afghanistan.
Pengalamannya semakin istimewa ketika ia menjadi Marinir pertama yang dipilih untuk menerbangkan F-22 Raptor. Penugasan itu terbilang langka karena F-22 tidak dioperasikan Korps Marinir, melainkan Angkatan Udara AS.
Berke menerbangkan Raptor selama hampir empat tahun. Ia kemudian menjadi pilot operasional pertama yang memenuhi syarat menerbangkan F-35B, varian dengan kemampuan lepas landas pendek dan mendarat vertikal yang digunakan Korps Marinir AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan pengalaman menerbangkan berbagai jet tempur tersebut, Berke memiliki perspektif yang jarang dimiliki pilot lain.
“Jawaban singkat dan mudahnya adalah F-22 Raptor merupakan pesawat yang unik. Bisa menerbangkannya sungguh luar biasa, dan memang tidak ada tandingannya di dunia tempat pesawat itu beroperasi,” kata Berke kepada Business Insider.
Bagi Berke, F-22 menawarkan pengalaman terbang yang berbeda. Salah satu kemampuan yang paling membuatnya terkesan adalah thrust vectoring atau pengarah vektor dorong mesin.
Teknologi tersebut memungkinkan Raptor melakukan manuver ekstrem yang sulit dilakukan pesawat tempur konvensional. Kombinasi tenaga mesin, kelincahan, dan kemampuan manuver membuat F-22 menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Berke.
“Sangat menyenangkan. Ini adalah hal yang paling luar biasa. Saya senang menerbangkan F-22. Hal paling menyenangkan yang pernah Anda alami di dalam pesawat adalah jet itu,” ujarnya.
Meski demikian, F/A-18 Hornet tetap memiliki tempat khusus baginya. Berke menyebut Hornet sebagai “cinta pertamanya” karena menjadi pesawat tempur operasional pertama yang diterbangkannya, termasuk dalam berbagai misi tempur.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!