Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kepastian Kebijakan, Tantangan Terbesar Pengembangan PLTS

📅 Senin, 13 Jul 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Produksi panel surya juga dalam negeri mulai meningkat. Namun Hafidz mencatat komponen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)-nya baru berkisar 40-50 persen.

“Ke depan pemerintah harus terus mendorong insentif dari sisi supply agar kualitas panel makin baik, melalui R&D industri domestik,” katanya.

Selain itu, ia mendorong adanya skema dukungan untuk dua segmen. Pertama, proyek pembangkit surya skala besar di atas 100 MW. Kedua, PLTS atap penggunaan sendiri di atas 1 MW untuk industri dan kawasan green estate seperti apartemen, hotel, perkantoran dan perumahan.

Hafidz juga menyoroti peran PLN. Ia menilai PLN bisa masuk ke bisnis renewable sebagai provider dan mendisrupsi bisnis distribusinya melalui mekanisme baru.

“Peran PLN sangat penting mengingat UU Ketenagalistrikan masih mengunci sistem bundling dimana PLN satu-satunya distributor listrik yang memungkinkan jual beli listrik,” paparnya.

Di tengah ketidakpastian global dan kenaikan harga energi primer batubara serta pelemahan rupiah, maka investasi pembangkit surya akan jauh lebih menguntungkan ke depan.

Sementara itu, Managing Director Energy Shift Institute Putra Adhiguna mengatakan potensi pengembangan energi surya Indonesia yang besar yakni mencapai sekitar 3.294 gigawatt (GW) mampu menjadi motor pertumbuhan investasi energi bersih, sekaligus mendukung target transisi energi nasional dalam beberapa tahun mendatang.

“Saat ini fokusnya adalah investasi lebih cepat untuk menyediakan energi bersih yang juga dicari oleh banyak industri strategis dan investor untuk menciptakan lapangan kerja,” kata Putra kepada Antara akhir pekan lalu.

Ia mengatakan saat ini minat investor terhadap proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebenarnya cukup tinggi. Putra mengatakan yang dibutuhkan adalah kepastian jadwal pengadaan proyek oleh PLN agar investasi dapat segera direalisasikan.

Komitmen pemerintah membangun tambahan kapasitas pembangkit hingga 100 GW dinilai menjadi sinyal positif bagi dunia usaha, terutama jika proyek-proyek tersebut dapat berjalan dalam 12-24 bulan ke depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Myanmar Dilanda Banjir Mematikan

51 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Myanmar Dilanda Banjir Mema...
Luar Negeri
Mantan Penguasa Qatar, Hama...
Megapolitan
Lingkungan Sehat Ciptakan K...
Megapolitan
Bekasi Dorong Para Pebisnis...
Megapolitan
Pemprov Ingin Bangun Kopera...
Kemenhub Targetkan Bandara Husein Layani Pesawat Jet Mulai 17 Agustus

Kemenhub Targetkan Bandara Husein Layani Pesawat Jet Mulai 17 Agustus

12 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.