Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Butuh Investasi Besar, Pemerintah Harus Gandeng Investor Swasta Bangun PLTS 100 GW

📅 Rabu, 10 Jun 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Butuh Investasi Besar, Pemerintah Harus Gandeng Investor Swasta Bangun PLTS 100 GW Doc: antara
Ket. Sumber Energi - RUPTL PLN 2025-2034 Direvisi untuk Dukung Pembangunan PLTS

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan merevisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 PLN untuk mendukung program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW).

Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Harris di Jakarta, Selasa (9/6) menyampaikan bahwa regulasi Indonesia mengamanatkan agar pembangkit-pembangkit listrik yang akan dibangun untuk masuk ke jaringan listrik atau grid harus direncanakan di dalam RUPTL.

“Kita sudah tahu semua bahwa program 100 gigawatt itu sedang disiapkan strateginya seperti apa. Ketika bicara strategi, tentunya di sana kita bicara regulasinya. Nah, ini sekarang lagi disiapkan,” kata Haris.

Pengamat Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Fahmi Radhi mengatakan revisi RUPTL PLN merupakan hal mendasar yang harus dilakukan karena sebelumnya program PLTS 100 GW belum tercantum dalam dokumen perencanaan ketenagalistrikan nasional.

Menurut Fahmi, tantangan berikutnya adalah kebutuhan investasi yang sangat besar untuk membangun pembangkit energi surya dengan kapasitas tersebut. Ia menilai pendanaan proyek tidak mungkin sepenuhnya dipenuhi oleh PLN maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Karena itu, pemerintah perlu menggandeng investor asing yang memiliki minat pada pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia.

Namun, upaya menarik investasi tersebut membutuhkan berbagai pembenahan dan insentif yang memadai.

Fahmi mengatakan perbaikan sistem perizinan menjadi salah satu faktor paling krusial. Selain itu, pemerintah juga perlu menyiapkan berbagai insentif fiskal untuk meningkatkan daya tarik investasi jangka panjang di sektor energi terbarukan. Bentuk insentif yang dapat dipertimbangkan antara lain tax holiday selama periode tertentu, serta keringanan bea masuk bagi peralatan pembangkit yang masih harus diimpor dari luar negeri.

“Tanpa insentif tadi, maka investor sulit untuk mau investasi,” ujarnya.

Selain persoalan insentif, Fahmi menilai kepastian tarif penjualan listrik kepada PLN juga menjadi faktor penentu keberhasilan program. Menurutnya, investor membutuhkan skema tarif yang memenuhi aspek keekonomian sehingga proyek dapat menghasilkan keuntungan yang layak dan memberikan kepastian pengembalian investasi (return on investment).

“Yang penting bagi investor itu adalah bahwa tarif untuk penjualan ke PLN ditambah berbagai insentif tadi nantinya mencapai keekonomian sehingga profitable,” katanya.

Lebih lanjut, Fahmi menilai pengembangan PLTS 100 GW memiliki arti penting bagi upaya mencapai swasembada energi yang dicanangkan Pemerintah. Menurutnya, kemandirian energi tidak hanya berkaitan dengan sektor minyak dan gas bumi, tetapi juga mencakup sektor ketenagalistrikan yang memanfaatkan sumber daya domestik.

Indonesia, katanya memiliki potensi besar dari energi matahari, angin, laut, hingga pengolahan sampah menjadi energi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Meski demikian, Fahmi kembali menegaskan bahwa besarnya kebutuhan investasi membuat keterlibatan investor asing menjadi faktor yang sulit dihindari. Ia menilai strategi pemerintah ke depan harus difokuskan pada upaya menciptakan iklim investasi yang mampu menarik investor untuk membangun pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan di Indonesia.

>>

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Jakarta Masih Menarik bagi ...
Megapolitan
Pemprov Tawarkan Investasi ...
Nasional
Ekraf Harus Adaptif Hadapi ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jadwal Lengkap Konser Musik di Jakarta Fair Kemayoran PRJ 2026

Jadwal Lengkap Konser Musik di Jakarta Fair Kemayoran PRJ 2026

09 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.