Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menkes Sebut Deteksi Aktif Percepat Eliminasi Kusta Nasional

📅 Minggu, 12 Jul 2026, 17:20 WIB | Oleh:
Menkes Sebut Deteksi Aktif Percepat Eliminasi Kusta Nasional Doc: Humas Kemenkes
Ket. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan penemuan kasus aktif menjadi kunci percepatan eliminasi kusta. Langkah itu sekaligus memutus penularan dan mengurangi risiko kecacatan pada pasien.

Menurut dia, pasien yang segera terdeteksi dapat langsung memperoleh pengobatan secara gratis. Penanganan cepat diyakini mampu menghentikan penyebaran penyakit lebih efektif.

Menkes menegaskan kusta merupakan penyakit akibat infeksi bakteri, bukan kutukan. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak lagi memberikan stigma kepada penyandang kusta.

Budi menyebut banyak penderita terlambat terdeteksi hingga mengalami kecacatan saat memulai pengobatan. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam upaya eliminasi kusta di Indonesia.

“Strateginya satu, temukan sebanyak-banyaknya kasus, lalu segera obati agar penularan berhenti. Semakin banyak ditemukan, semakin banyak pasien disembuhkan,” kata Menkes dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (11/7).

Ia mengatakan, Indonesia menemukan sekitar 14 ribu hingga 15 ribu kasus baru kusta setiap tahun. Namun, angka tersebut diperkirakan masih lebih rendah dibandingkan kondisi sebenarnya di masyarakat.

Pemerintah berencana memberikan apresiasi kepada puskesmas yang berhasil menemukan kasus kusta terbanyak. Kebijakan itu diharapkan mendorong peningkatan deteksi dini di berbagai daerah.

“Kami akan memberi apresiasi kepada puskesmas yang menemukan kasus kusta terbanyak. Harapannya deteksi dini meningkat sehingga eliminasi kusta semakin cepat tercapai,” ujar Budi.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut disampaikan dalam Konferensi Nasional Kusta 2026 di Jakarta.

Pratikno mengatakan, percepatan eliminasi kusta membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah dinilai memegang peran penting memperkuat penemuan kasus dan pengobatan dini.

“Penanganan kusta tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah memegang peran penting dalam percepatan eliminasi kusta,” kata Pratikno. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Viral Turun Salju di Ciwidey? Begini Penjelasan BMKG

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Viral Turun Salju di Ciwide...
Ekonomi
Efek Ganda B50 Menggeliat, ...
B50 Resmi Jalan, Impor Solar RI Dipangkas 18 Juta Kiloliter

B50 Resmi Jalan, Impor Solar RI Dipangkas 18 Juta Kiloliter

12 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.