Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamenkum: RUU Kewarganegaraan Atur Kewarganegaraan Khusus bagi Talenta

📅 Sabtu, 15 Agu 2026, 18:05 WIB | Oleh:
Wamenkum: RUU Kewarganegaraan Atur Kewarganegaraan Khusus bagi Talenta Doc: YouTube Kemenko Perekonomian
Ket. Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej

JAKARTA - Wakil Menteri Hukum (Wamenkum), Edward Omar Sharif Hiariej, mengatakan RUU Kewarganegaraan mengatur program khusus secara terbatas bagi kelompok dengan kategori tertentu. Program tersebut mencakup atlet dan individu berkeahlian khusus untuk mendukung transformasi teknologi serta pengetahuan di Indonesia.

“Pertama, program ini ditujukan kepada para atlet dan lainnya, kemudian kepada mereka yang memiliki keahlian khusus. Keahlian tersebut diperlukan untuk mendukung transformasi teknologi dan pengetahuan di Indonesia melalui program khusus,” kata Edward saat konferensi pers di kantor Ditjen Pajak, Jakarta Pusat, Jumat (14/8).

Edward mengatakan program kewarganegaraan khusus ditujukan mendukung transformasi teknologi dan pengetahuan di Indonesia secara terbatas bagi kelompok tertentu. Pemberian kewarganegaraan tersebut akan diatur dalam RUU Kewarganegaraan untuk mendukung kebutuhan strategis pembangunan nasional.

“Ini untuk kepentingan transformasi teknologi ataupun transformasi pengetahuan. Ini akan dituangkan dalam RUU Kewarganegaraan secara terbatas dan khusus,” ucap Edward.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pemerintah membuka kewarganegaraan ganda secara terbatas bagi WNI bertalenta istimewa. Kebijakan tersebut ditujukan bagi diaspora Indonesia yang dinilai mampu memberikan kontribusi luar biasa bagi kepentingan nasional.

Ia mengatakan Indonesia memiliki jutaan diaspora yang tersebar di berbagai negara, termasuk ilmuwan, dokter, insinyur, peneliti, atlet, dan profesional kelas dunia. Menurut Prabowo, sebagian diaspora terpaksa mengambil kewarganegaraan negara lain karena kebutuhan karier, keluarga, maupun pengabdian di luar negeri.

“Sebagian diaspora terpaksa mengambil kewarganegaraan lain karena kebutuhan karier, keluarga, maupun pengabdian mereka di luar negeri. Namun, kondisi tersebut tidak semestinya membuat talenta terbaik Indonesia kehilangan ikatan dengan tanah air,” kata Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menilai talenta terbaik Indonesia tidak semestinya dipaksa memilih antara kesempatan berkarier global dan ikatan dengan tanah air. Menurutnya, pemerintah perlu memberikan ruang bagi diaspora berprestasi agar tetap berkontribusi bagi kepentingan nasional Indonesia.

“Kita tidak boleh memaksa talenta terbaik Indonesia memilih kesempatan berkarya di dunia dan ikatan mereka kepada tanah air. Talenta terbaik harus tetap memiliki ruang untuk berkontribusi bagi Indonesia tanpa kehilangan kesempatan mengembangkan karier global,” ucap Presiden Prabowo. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.