Bank Bandung Luncurkan “Deposito Cuan di Depan”
📅 Sabtu, 15 Agu 2026, 17:53 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANDUNG - Bank Bandung meluncurkan produk deposito baru bertajuk Deposito Cuan di Depan. Produk tersebut menawarkan bunga hingga 6 persen yang dapat diterima nasabah di muka dalam bentuk tunai atau cashback. Produk tersebut diperkenalkan dalam kegiatan customer gathering perdana Bank Bandung, Jumat (14/8) .
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan masyarakat dapat menempatkan dana mulai dari Rp100 juta hingga maksimal Rp2 miliar. Besaran bunga yang ditawarkan berada di kisaran 5,7 persen hingga 6 persen dengan pilihan tenor enam bulan dan satu tahun.
“Kalau menyimpan dana dari Rp100 juta sampai Rp2 miliar, bunganya antara 5,7 persen sampai 6 persen bisa diterima di depan dalam bentuk tunai atau cashback,” kata Wali Kota Farhan.
Ia menjelaskan, batas maksimal penempatan dana Rp2 miliar berkaitan dengan ketentuan penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Wali Kota Farhan memastikan peluncuran produk tersebut dilakukan dengan melibatkan otoritas terkait. Customer gathering dihadiri oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia serta dirinya selaku Kuasa Pemegang Modal (KPM).
Sebaiknya Anda baca juga:
“Jadi kita memastikan bahwa produk yang kita tawarkan kepada masyarakat ini adalah produk yang sudah sesuai dengan aturan dan di bawah pengawasan baik otoritas keuangan maupun otoritas moneter,” ujar dia.
Selain menghimpun dana masyarakat, Wali Kota Farhan menyebut produk deposito tersebut menjadi bagian dari strategi Bank Bandung untuk memperkuat penyaluran kredit. Untuk tahap awal, Bank Bandung akan mengembangkan kredit konsumsi berbasis payroll dengan persyaratan berupa slip gaji. Kredit tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi berbagai kebutuhan konsumsi masyarakat.
“Untuk sementara ini, kredit yang kami akan salurkan adalah kredit konsumsi berbasis payroll, slip gaji,” ungkap dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menambahkan, kredit konsumsi tersebut dapat digunakan masyarakat untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, termasuk pembelian kebutuhan rumah tangga.
“Kredit konsumsi ini kebutuhan konsumsi, mau kebutuhan alat rumah tangga, kebutuhan segala macam yang menyangkut masalah kebutuhan sehari-hari,” tutur dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!