Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Bandung Perkuat Persahabatan Asia Afrika Lewat Secangkir Kopi

📅 Sabtu, 11 Jul 2026, 20:27 WIB | Oleh:
Pemkot Bandung Perkuat Persahabatan Asia Afrika Lewat Secangkir Kopi  Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjadikan kopi sebagai medium diplomasi untuk memperkuat persahabatan, kolaborasi, dan kerja sama antarnegara dalam Gala Dinner Asia Africa Festival 2026 bertema "Regenerative Coffee Diplomacy: From Origins to Dialogue" di Plaza Balai Kota Bandung, Jumat (10/7) lalu.

Mewakili Wali Kota Bandung, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menyampaikan tema tersebut menggambarkan bagaimana kopi bukan sekadar minuman, melainkan simbol yang menyatukan berbagai bangsa melalui sejarah, budaya, perdagangan, hingga dialog.

Dalam sambutan Wali Kota Bandung yang dibacakannya, Iskandar mengatakan bahwa Kota Bandung memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan negara-negara Asia dan Afrika sejak Konferensi Asia Afrika 1955. Semangat Bandung yang lahir lebih dari tujuh dekade lalu dinilai tetap relevan sebagai fondasi moral dalam membangun solidaritas global.

"Semangat Bandung mengingatkan kita bahwa dialog lebih kuat daripada konflik, kerja sama lebih berharga daripada persaingan, dan keberagaman merupakan sumber kekuatan, bukan perpecahan," ujar Iskandar.

Menurut dia, dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, ketahanan pangan, ketidakpastian ekonomi, transformasi digital, hingga dinamika geopolitik global. Tantangan tersebut hanya dapat dihadapi melalui kolaborasi, saling percaya, dan kemitraan yang setara.

Karena itu, gala dinner tersebut tidak hanya menjadi jamuan makan malam, tetapi juga ruang mempererat hubungan antarpemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dari negara-negara Asia dan Afrika.

Fokus utama malam itu adalah diplomasi kopi. Iskandar menjelaskan, tema "From Origins to Dialogue" menggambarkan perjalanan kopi yang berasal dari Afrika, kemudian berkembang di Asia hingga menjadi bagian dari budaya dunia.

"Kopi lebih dari sekadar minuman. Kopi menjadi simbol dedikasi para petani, sejarah perdagangan dunia, serta hubungan yang terus terjalin antarkebudayaan dan peradaban," kata dia.

Ia menilai, sebagaimana perjalanan kopi yang melintasi benua, hubungan Asia-Afrika juga harus terus diperkuat melalui dialog, peningkatan perdagangan dan investasi, pengembangan sektor pariwisata, serta penciptaan kesejahteraan bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Kota Bandung juga memperkenalkan ekosistem kopi yang dimilikinya sebagai salah satu kekuatan ekonomi kreatif kota.

Menurut Iskandar, keberhasilan kopi Indonesia tidak lepas dari kontribusi para petani, pelaku usaha, roaster, barista, industri kreatif, hingga generasi muda yang terus membawa kopi lokal dikenal di tingkat internasional.

"Perjalanan itu mengingatkan kita bahwa produk lokal dapat menjadi bahasa universal yang menghubungkan budaya, mempererat persahabatan, sekaligus membuka peluang baru. Inilah esensi diplomasi yang berakar pada budaya, digerakkan oleh kreativitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tutur dia.

Lebih lanjut, ia menyebut, Asia Africa Festival bukan sekadar perayaan budaya, melainkan platform diplomasi, kolaborasi, dan inovasi yang memperkuat hubungan antarbangsa.

Ia meyakini kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, industri kreatif, generasi muda, dan masyarakat sipil akan melahirkan berbagai solusi terhadap tantangan global sekaligus mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jubir: Kondisi Wali Kota Bandung Stabil

52 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Jubir: Kondisi Wali Kota Ba...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi, DPR Minta Hukuman Mati dan Bentuk Panja Pengawasan

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi, DPR Minta Hukuman Mati dan Bentuk Panja Pengawasan

11 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.