Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Peringatkan Ancaman Gelombang hingga 4 Meter pada 7-10 Juli di Sejumlah Perairan Indonesia

📅 Selasa, 07 Jul 2026, 16:10 WIB | Oleh:
BMKG Peringatkan Ancaman Gelombang hingga 4 Meter pada 7-10 Juli di Sejumlah Perairan Indonesia Doc: antara foto
Ket. Ancaman gelombang tinggi di perairan Indonesia.

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi yang diperkirakan terjadi di sejumlah perairan Indonesia pada periode 7 hingga 10 Juli 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Meteorologi Maritim BMKG Agie Wandala Putra di Jakarta, Selasa (7/7), mengatakanpotensi kenaikan gelombang laut tersebut dipicu oleh pola pergerakan angin yang cukup signifikan di wilayah utara maupun selatan Nusantara.

"Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 3-35 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Tenggara dengan kecepatan 4-32 knot," katanya.

Agie memaparkan kecepatan angin tertinggi saat ini terpantau di Samudera Hindia selatan Lampung hingga selatan Jawa Barat, Laut Jawa, Selat Makassar, Samudera Pasifik utara Maluku dan Papua Barat Daya, Laut Maluku, Laut Banda, serta Laut Arafuru.

Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh hingga Bengkulu, Samudra Hindia selatan NTT, Laut Natuna Utara, Selat Karimata, dan Laut Jawa.

Peluang gelombang di kisaran 1,25-2,5 meter juga dapat melanda Selat Makassar, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Laut Banda, Samudra Pasifik utara Papua, Laut Seram, hingga Laut Arafuru.

Sementara itu gelombang yang jauh lebih tinggi di kisaran 2,50 sampai 4,0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Lampung, serta Samudra Hindia selatan yang membentang dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga Jawa Timur.

Area lain yang juga berpotensi memicu gelombang hingga empat meter meliputi Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTB, Samudra Pasifik utara Maluku, serta kawasan Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya.

Agie menegaskan potensi gelombang tinggi di berbagai wilayah perairan tersebut dapat membawa risiko yang besar bagi keselamatan pelayaran, mulai dari moda transportasi perahu nelayan, kapal tongkang, kapal feri, hingga kapal kargo berukuran besar.

Oleh karena itu, lanjutnya, masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sepanjang kawasan pesisir sekitar area terdampak diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan penuh serta terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim resmi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
Pemain Indonesia Saling Jeg...

PSG Incar Celah Pertahanan Barcelona

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
PSG Incar Celah Pertahanan ...

Lumayan, Transportasi Jakarta Terbaik Nomor 15

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Lumayan, Transportasi Jakar...
Megapolitan
Tangerang Perkuat Transpara...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.