Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Minat Anak Muda Jadi Petani Jadi Perhatian Muhammadiyah

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 22:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Minat Anak Muda Jadi Petani Jadi Perhatian Muhammadiyah Doc: Dok. Antara

YOGYAKARTA – Pilihan anak muda untuk bekerja di luar sektor pertanian membuat keberlanjutan profesi petani menghadapi persoalan regenerasi. Di Temanggung, Jawa Tengah, misalnya, lahan pertanian masih tersedia, tetapi banyak generasi muda justru memilih menjadi pegawai atau meninggalkan daerah untuk mencari pekerjaan.

Petani muda asal Temanggung, Muhammad Fadilah Al-Amin, mengatakan pandangan negatif terhadap pekerjaan sebagai petani masih menjadi salah satu alasan generasi Z enggan menekuni sektor tersebut.

"Banyak Gen Z itu berpikir bahwa petani itu kotor," katanya.

Menurut Fadilah, kondisi tersebut berdampak pada pengelolaan lahan di daerahnya. Lahan yang semestinya dapat digarap oleh generasi penerus akhirnya masih banyak bergantung kepada petani yang sudah berusia lanjut.

"Anak-anak muda sekarang malah pada perginya kerja ke perusahaan, jadi pegawai dan merantau," katanya.

Ia berharap kegiatan diskusi mengenai pertanian dapat membantu mengubah cara pandang generasi muda. Menurutnya, sektor pertanian juga dapat dikembangkan oleh anak muda dengan pendekatan yang lebih inovatif.

"Dari sini mungkin bisa membuka wawasan kepada Gen Z bahwa pertanian itu bisa dimajukan oleh Gen Z itu sendiri," ujarnya.

Persoalan regenerasi tersebut menjadi salah satu perhatian Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam mengembangkan Jamaah Tani Muhammadiyah (JTM). Organisasi tersebut kini menghimpun lebih dari 5.000 petani yang bergerak dengan beragam komoditas dan produk pertanian.

Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah Dr M Nurul Yamin mengatakan anggota JTM saat ini sebagian besar merupakan petani yang sudah berusia lanjut. Karena itu, keberadaan petani muda dinilai penting agar pengetahuan dan praktik pertanian dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.

"Menjadi tantangan untuk masa depan pertanian kita. Bagaimana pelaku pertanian ini bisa mewariskan kepada generasi yang akan datang," katanya di Yogyakarta, Kamis.

Upaya menarik generasi muda dilakukan dengan melibatkan kalangan milenial dan generasi Z. Muhammadiyah juga membuka ruang bagi mahasiswa pertanian, khususnya dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah, untuk ikut dalam pengembangan sektor tersebut.

"Termasuk melibatkan para mahasiswa pertanian di seluruh Indonesia, khususnya di Perguruan Tinggi Muhammadiyah," ujarnya.

Di sisi produksi, JTM mengembangkan sejumlah komoditas pertanian, mulai dari tanaman pangan hingga peternakan. Pengembangan tersebut diarahkan agar aktivitas para petani tidak hanya bertumpu pada pola pertanian yang sudah berjalan.

"Kita mengembangkan beberapa varietas unggulan di varietas padi ini, juga di bidang sayur maupun di bidang perkebunan serta peternakan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.