Sambut Muktamar Ke-35 NU, Kolaborasi Ulama, Umara, dan Aghniya untuk Sejahterakan Rakyat Miskin.
📅 Senin, 06 Jul 2026, 12:59 WIB | Oleh: Yebdi TrismarKH. Idham Chalid memperkuat posisi NU dalam kehidupan politik nasional.
KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memperjuangkan demokrasi, pluralisme, dan pemberdayaan masyarakat sipil. Pada masanya lahir berbagai ikhtiar ekonomi umat, termasuk Bank Nusumma yang merupakan kerja sama NU dengan Bank Summa. Bahkan pernah direncanakan pengembangan jaringan Bank Nusumma dalam skala nasional untuk memperkuat ekonomi warga Nahdliyin.
Meskipun berbagai upaya tersebut menghadapi tantangan yang tidak ringan, semangat membangun kemandirian ekonomi umat tetap menjadi warisan penting yang perlu diteruskan.
Negara Kaya, Rakyat Tidak Boleh Miskin
Sebaiknya Anda baca juga:
Indonesia merupakan salah satu negara yang dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa. Minyak bumi, gas alam, batu bara, nikel, emas, tembaga, timah, hasil pertanian, kehutanan, dan kekayaan laut tersedia dalam jumlah besar.
Karena itu, kemiskinan yang masih dialami sebagian rakyat Indonesia harus menjadi keprihatinan bersama.
Dalam perspektif agama, kemiskinan harus diperangi karena dapat merendahkan martabat manusia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam perspektif Pancasila dan UUD 1945, negara berkewajiban memajukan kesejahteraan umum dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dengan demikian, perjuangan melawan kemiskinan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tugas seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi keagamaan, dunia usaha, dan masyarakat sipil.
Belajar dari Sidogiri, Sunan Drajat, dan Langitan
Keberhasilan beberapa pesantren NU membangun kekuatan ekonomi patut dijadikan inspirasi.
Pesantren Sidogiri di Pasuruan berhasil mengembangkan koperasi dan jaringan usaha yang melibatkan ribuan anggota.
Pesantren Sunan Drajat di Lamongan berhasil mengembangkan berbagai unit usaha produktif yang menopang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!