Sambut Muktamar Ke-35 NU, Kolaborasi Ulama, Umara, dan Aghniya untuk Sejahterakan Rakyat Miskin.
📅 Senin, 06 Jul 2026, 12:59 WIB | Oleh: Yebdi TrismarSebelum berdirinya NU pada tahun 1926, para ulama telah mendirikan Nahdlatut Tujjar sebagai gerakan kebangkitan ekonomi umat. Mereka juga mendirikan Taswirul Afkar sebagai pusat pengembangan pemikiran dan Nahdlatul Wathan sebagai gerakan pendidikan dan kebangsaan.
Rangkaian sejarah tersebut menunjukkan bahwa para pendiri NU tidak hanya memikirkan masalah ibadah dan fiqih, tetapi juga memikirkan pendidikan, ekonomi, organisasi, dan masa depan bangsa.
Karena itu, perjuangan kesejahteraan sosial sesungguhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah dan khittah NU.
Nahdlatut Tujjar dan Semangat Kemandirian Ekonomi
Sebaiknya Anda baca juga:
Nahdlatut Tujjar yang dipelopori KH. Abdul Wahab Chasbullah merupakan bukti bahwa para ulama pesantren memiliki perhatian besar terhadap persoalan ekonomi umat.
Mereka memahami bahwa umat yang kuat secara ekonomi akan lebih mandiri dalam menjaga pendidikan, dakwah, dan kehidupan sosialnya.
Semangat Nahdlatut Tujjar inilah yang perlu dihidupkan kembali dalam memasuki abad kedua NU.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika pada abad pertama NU berhasil membangun jaringan pesantren yang luas, maka pada abad kedua NU harus mampu membangun jaringan ekonomi umat yang kuat.
Pesantren harus menjadi pusat pendidikan sekaligus pusat kewirausahaan. Santri harus menjadi ulama sekaligus entrepreneur. Masjid harus menjadi pusat ibadah sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat.
Para Pemimpin NU dan Ikhtiar Kesejahteraan Umat
Para pemimpin NU di setiap zaman berusaha menjawab tantangan yang berbeda-beda.
KH. Hasyim Asy'ari membangun fondasi keilmuan dan akhlak umat.
KH. Wahab Chasbullah membangun tradisi organisasi sekaligus menanamkan semangat kemandirian ekonomi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!