Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Dikepung Gelombang Panas, 25 Orang Tewas

📅 Senin, 06 Jul 2026, 14:37 WIB | Oleh:
AS Dikepung Gelombang Panas, 25 Orang Tewas Doc: AFP/Amid Farahi/Getty Images

ISTANBUL - Sebanyak 25 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gelombang panas yang sepekan terakhir melanda Amerika Serikat, sementara 40 juta orang berada di bawah peringatan panas di seluruh wilayah pantai timur, tenggara, dan barat daya.

Seperti dilaporkan NBC News, Minggu (5/7), dengan mengutip pejabat setempat, kasus kematian akibat gelombang panas di New Jersey sebanyak 22 kasus, Illinois terdapat satu korban jiwa, dan Mississippi ada dua korban jiwa.

Badan Cuaca Nasional (NWS) AS memperingatkan badai petir berpotensi memicu angin kencang, hujan es, dan banjir bandang lokal di yang bisa merusak sejumlah wilayah di pantai timur hingga Senin (6/7).

Peringatan banjir masih berlaku bagi 34 juta penduduk Delaware hingga Connecticut, serta New York, di mana para peramal cuaca memperkirakan curah hujan terjadi hingga 3 inci (7,6 sentimeter).

Badai hebat tersebut juga menyebabkan pemadaman listrik yang berpengaruh terhadap ratusan ribu pelanggan di beberapa negara bagian di wilayah timur.

NWS menyatakan peringatan panas berlanjut hingga Minggu malam di seluruh wilayah pantai timur.

Nilai indeks panas, yang mencerminkan seberapa panas dirasakan saat kelembapan digabungkan dengan suhu udara, diperkirakan mencapai 100F (37,7C) hingga 105F (40,5C) di Philadelphia, Washington D.C., Baltimore, Raleigh, Charleston, Carolina Selatan, dan Jacksonville, Florida.

Para peramal cuaca mengatakan suhu di sebagian besar wilayah pantai timur akan berangsur menurun pada pekan ini, dengan suhu tertinggi di siang hari umumnya berkisar antara 70-90 Fahrenheit atau 21-32 derajat Celsius.

Meski demikian, kondisi panas ekstrem diprediksi berlanjut hingga pertengahan pekan ini di beberapa bagian negara.

Peringatan panas ekstrem telah dikeluarkan untuk beberapa bagian California dan Arizona, termasuk Phoenix dan Tucson, mulai Selasa (7/7) hingga Kamis (9/7), dengan suhu siang hari diperkirakan mencapai 45,5 derajat Celcius.

Di New York, lebih dari 378 orang telah mendatangi instalasi gawat darurat (IGD) karena keluhan penyakit terkait gelombang panas, menurut departemen kesehatan kota setempat. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Luar Negeri
Pengungsi Yaman Menjerit Bu...

Awal Musim Hujan Bakal Lebih Lambat

37 menit yang lalu | Ones

Nasional
Awal Musim Hujan Bakal Lebi...
Luar Negeri
Negara G7 Mengutuk Serangan...
Luar Negeri
California Umumkan Darurat ...
Luar Negeri
Topan Dujuan Terjang Wilaya...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.