Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Jakarta Jangan Terlalu Bergantung Konsumsi, Investasi Harus Diperkuat

📅 Senin, 06 Jul 2026, 01:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ekonomi Jakarta Jangan Terlalu Bergantung Konsumsi, Investasi Harus Diperkuat Doc: antara
Ket. Struktur perekonomian DKI Jakarta perlu dicermati karena masih sangat bergantung pada konsumsi rumah tangga.

JAKARTA - Struktur perekonomian DKI Jakarta perlu dicermati karena masih sangat bergantung pada konsumsi rumah tangga. Padahal, pertumbuhan yang sehat dalam jangka panjang harus ditopang oleh peningkatan investasi dan aktivitas sektor produktif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, perekonomian Jakarta pada 2025 lalu masih ditopang konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 62,80 persen, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79 persen, serta konsumsi pemerintah sebesar 13,20 persen. Sementara itu, tiga lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 9,33 persen, transportasi dan pergudangan 8,69 persen, serta jasa lainnya 8,46 persen.

Direktur Masyarakat Ekonomi Politik Indonesia (MEPI) Iyuk Wahyudi di Jakarta, Minggu (5/7) mengatakan dominasi konsumsi memang mampu menopang pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek. Namun, apabila kenaikan konsumsi tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh kenaikan harga atau inflasi dibandingkan peningkatan volume aktivitas ekonomi riil, maka daya tahannya menjadi terbatas.

Menurutnya, sektor-sektor produktif di luar konsumsi perlu terus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi tidak kehilangan momentum ketika daya beli masyarakat melemah. Peningkatan investasi, ekspansi dunia usaha, serta produktivitas industri menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan.

“Investasi harus menjadi mesin pertumbuhan berikutnya. Pemerintah perlu memastikan iklim usaha tetap kondusif sehingga pelaku usaha memiliki keberanian melakukan ekspansi. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada belanja masyarakat,” katanya.

Berbagai persoalan perkotaan juga menjadi tantangan terhadap produktivitas ekonomi Jakarta. Kemacetan yang menyebabkan sebagian pekerja menghabiskan waktu berjam-jam di perjalanan, kualitas transportasi publik yang belum sepenuhnya terintegrasi di kawasan Jabodetabek, banjir musiman, hingga persoalan layanan air bersih berpotensi meningkatkan biaya ekonomi masyarakat maupun dunia usaha.

“Efisiensi kota merupakan bagian dari daya saing ekonomi. Ketika masyarakat kehilangan banyak waktu di jalan, biaya logistik meningkat, polusi memburuk, dan pelayanan dasar belum optimal, maka produktivitas ekonomi ikut tergerus. Karena itu pembangunan infrastruktur perkotaan harus dipandang sebagai investasi ekonomi, bukan sekadar proyek fisik,” katanya.

Tidak Menetes ke Produksi

Sementara itu, Peneliti Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang bersumber dari konsumsi rumah tangga perlu diwaspadai. Apalagi jika sebagian besar barang yang dikonsumsi berasal dari impor.

“Jika kita mengacu kepada sumber konsumsi rumah tangga, kekhawatirannya adalah sumber konsumsi rumah tangga yang berasal dari impor. Artinya, jika konsumsi naik, tidak menetes hingga ke sektor produksi,” kata Nailul.

Ketika mayoritas konsumsi masyarakat dipenuhi barang impor, maka nilai tambah ekonomi tidak tercipta di dalam negeri, keuntungan justru mengalir ke negara lain.

Dosen Magister Ekonomi Terapan Universitas Katolik Atma Jaya, YB Suhartoko, mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang hanya bertumpu pada konsumsi rumah tangga berisiko tidak berkelanjutan. Menurutnya, model pertumbuhan seperti itu hanya akan bertahan dalam jangka pendek.

Pendapatan konsumen jelasnya sangat bergantung pada kondisi dunia usaha saat ini. Pendapatan tersebut berasal dari penggunaan faktor produksi seperti tenaga kerja, modal, dan kepemilikan faktor produksi lain oleh pelaku usaha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Gunung Piramid Disisir untuk Mencari Dua Pendaki yang Hilang

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Gunung Piramid Disisir untu...

Turnamen Cincinnati Open akan Diwarnai Duet Dua Williams

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Turnamen Cincinnati Open ak...

Gelar Mubadala Milik Taylor Fritz

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gelar Mubadala Milik Taylor...
Megapolitan
Obat Keras Daftar G Sebanya...

Harga Cabai Rawit Rp61.450/Kg, Telur Ayam Rp31.800/Kg

59 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp61.450/...
Ekonomi
Harga Telur di Tingkat Peng...
Daerah
55 Kecamatan di Banten Kris...
Megapolitan
4 Tempat Usaha Don Ritto Mu...

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

04 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.