Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemnaker Bidik Serapan Kerja lewat MagangHub

📅 Senin, 06 Jul 2026, 14:28 WIB | Oleh:
Kemnaker Bidik Serapan Kerja lewat MagangHub Doc: Biro Humas Kemnaker
Ket. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (depan kanan)

LOMBOK TENGAH - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membidik peningkatan serapan tenaga kerja melalui Program Magang Nasional atau MagangHub di KEK Mandalika. Program tersebut diharapkan mampu mencetak lulusan baru yang siap memasuki dunia kerja.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak perusahaan di KEK Mandalika bergabung dalam platform MagangHub. Ajakan itu disampaikan dalam diskusi ketenagakerjaan dan pelatihan di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (3/7) lalu.

Menurut Yassierli, kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci peningkatan serapan tenaga kerja nasional. Langkah itu penting di tengah tingginya jumlah lulusan perguruan tinggi setiap tahun.

Pemerintah menargetkan jumlah peserta MagangHub mencapai 150 ribu orang pada tahun ini. Usulan tersebut telah mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto.

"Saya berharap 150 ribu kuota ini juga dapat dimaksimalkan manfaatnya. Kemudian, terdistribusi oleh teman-teman di Nusa Tenggara Barat secara merata," kata Yassierli dikutip dalam laman, kemnaker.go.id, Senin (6/7).

Menurut dia, MagangHub mendapat respons positif dari peserta maupun perusahaan yang terlibat dalam program tersebut. Evaluasi pelaksanaan tahun 2025 menunjukkan tingkat kepuasan peserta mencapai 86 persen.

Sementara itu, tingkat kepuasan perusahaan terhadap kinerja peserta magang berada pada kisaran 85 persen. Hasil penilaian juga menunjukkan adanya peningkatan kompetensi peserta secara signifikan.

Sekitar 30 persen peserta magang bahkan langsung ditawari bekerja oleh perusahaan tempat mereka menjalani program. Sebagian di antaranya kemudian diangkat menjadi karyawan tetap.

Selain meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja, MagangHub juga memudahkan perusahaan menjaring talenta sesuai kebutuhan. Pemerintah turut memberikan subsidi dan fasilitasi sertifikasi kompetensi secara gratis melalui BNSP.

Yassierli mengharapkan, kuota 150 ribu peserta MagangHub dapat dimanfaatkan secara optimal oleh putra-putri NTB. Harapan itu sejalan dengan berkembangnya investasi dan pariwisata di kawasan KEK Mandalika.

Kementerian Ketenagakerjaan juga bergerak cepat merespons keluhan pengelola KEK dan perusahaan di Mandalika. Keluhan tersebut terkait sulitnya mencari tenaga kerja lokal dengan kualifikasi dan sertifikasi tertentu.

Melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, Kemnaker menyiapkan pelatihan berbasis kebutuhan industri. Program pelatihan tersebut dirancang sepenuhnya mengikuti permintaan dunia usaha.

"Kita harus mengubah paradigma pelatihan dari yang bersifat supply-driven menjadi sepenuhnya digerakkan kebutuhan industri," ujar Yassierli.

Untuk mendukung langkah tersebut, BPVP Lombok Timur dan seluruh BLK binaannya akan menjadi garda terdepan. Lembaga tersebut memiliki keunggulan pada bidang pariwisata, hospitality, dan kejuruan adaptif lainnya. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kemenpar Hadirkan Program �...
Nasional
Kemnaker Bidik Serapan Kerj...
Wimbledon 2026: Osaka Singkirkan Sabalenka,  Djokovic Ukir Rekor Baru

Wimbledon 2026: Osaka Singkirkan Sabalenka, Djokovic Ukir Rekor Baru

06 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Peluang Melemah Terbuka, 6 Juli 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.